Kunjungi TPAS Basirih, Komisi III: DLH Harus Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

Banjarmasin, DUTA TV — Komisi III DPRD Kota Banjarmasin kembali melakukan kunjungan lapangan dan kali ini menyambangi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih.

Dalam kunjungan tersebut, pihak dewan mengecek perkembangan kondisi TPAS yang melakukan beberapa perbaikan setelah mendapat penilaian dan penyegelan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Titik yang dipantau salah satunya adalah pengolahan saluran sepanjang 2,6 kilometer yang memisahkan air hujan dan air lindi, serta pengurasan danau tercemar di bagian belakang area TPAS.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, mengarahkan agar DLH bisa gerak cepat melakukan pekerjaan sesuai arahan KLH, agar tidak lagi ada permasalahan yang berdampak besar bagi Kota Banjarmasin.

Muhammad Ridho Akbar, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH agar perbaikan TPAS Basirih bisa rutin dianggarkan setiap tahun.

“Setelah melihat kondisi ini, kami akan berkoordinasi dengan DLH supaya setiap tahun dimasukkan anggaran perbaikan untuk TPAS Basirih. Kabarnya dari 23 sudah ada 19 yang dilakukan. Kita berharap ini gerak cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada pekerjaan teknis yang juga tengah dilakukan di kawasan tersebut.

“Dan yang ini kan ada pekerjaan pengolahan saluran sepanjang 2,6 kilometer yang memisahkan air hujan dan air lindi, serta pengurasan danau tercemar di bagian belakang area TPAS,” tambah Ridho.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, setuju bahwa perlu langkah cepat untuk menangani masalah di TPAS. Dari 23 temuan kementerian, 19 di antaranya sudah bisa diselesaikan.

Namun, Alive menjelaskan bahwa semua tidak dapat dibereskan sekaligus lantaran harus melihat kemampuan anggaran daerah.

“Yang tersisa cukup berat, yaitu penutupan air lindi, penutupan zona, pengurasan air danau dan IPAL. Semua ini butuh dana besar dan dukungan penuh dari dewan. Setuju gerak cepat namun tergantung anggaran,” jelasnya.

Saat ini, TPAS Basirih terus dilakukan perbaikan agar bisa dimaksimalkan dan bisa menjadi penopang masalah persampahan di Banjarmasin.

Reporter: Ade Yanuar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *