Komunitas Putik Bersih ‘Sulap’ Minyak Jelantah Jadi Sabun

Banjarbaru, DUTA TVLimbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang biasanya langsung dibuang setelah pemakaian, ternyata dapat diolah menjadi benda bermanfat. Di tangan anggota komunitas pemerhati lingkungan’ putik bersih’ minyak jelantah bisa diolah menjadi sabun yang bisa dipakai untuk mencuci tangan dan juga kain.

Ide ini muncul berawal dari kekhawatiran akan limbah minyak jelantah yang cendrung dibuang begitu saja. Sabun ini diakui lebih ramah lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan kebanyakan merupakan bahan alami, dan juga bahan daur ulang.

Untuk proses pengerjaannya sendiri memang cukup memakan waktu, karena sabun ini tidak bisa langsung digunakan setelah proses pembuatan selesai, agar hasil sabun lebih maksimal, maka harus didiamkan selama kurang lebih 4 minggu sebelum digunakan.

Bahan yang diperlukan untuk sabun ini tentunya ada minyak jelantah, yang sudah dicampur dengan arang dan kulit pisang selama setidaknya 2×24 jam. Pencampuran minyak dengan kedua bahan tersebut tujuannya adalah untuk menghilangkan racun dan bau tidak sedap pada minyak.

Bahan berikutnya ada air distilasi, lalu bahan kimia soda api atau naoh. Sementara bahan opsional yang tujuannya untuk memberi aroma bisa ditambahkan ampas kopi atau daun sereh.

Langkah pengerjaannya tidaklah sulit. Pertama-tama bahan-bahan seperti minyak jelantah yang sudah didiamkan tadi disaring dan ditakar, kemudian air distilasi dan soda api juga ditimbang sesuai takaran. Selanjutnya soda api akan dicampurkan ke dalam air dan ditunggu hingga campuran ini sudah tidak di suhu panas lagi.

Kemudian campuran air dan soda api yang telah dituangkan ke minyak jelantah diaduk dengan mixer atau pengocok telur hingga tekstur yang diinginkan, setelah itu adonan sabun dimasukkan ke dalam cetakan dan didiamkan selama 3 hari, setelah 3 hari, sabun akan mulai mengeras dan sudah bisa dikeluarkan dari cetakan, namun selanjutnya sabun ini harus tetap didiamkan kembali selama 4 minggu agar lebih aman digunakan.

Diakui sabun yang dibuat sebagai hasil daur ulang dari minyak jelantah ini, juga dijual kepada masyarakat umum dengan harga Rp 7.000,- batangnya, sementara keuntungannya nantinya akan digunakan kembali untuk kegiatan peduli lingkungan putik bersih selanjutnya.

“Biasanya kan limbah rumah tangga ini termasuk minyak jelantah itu penyumbang yang paling banyak untuk merusak lingkungah hidup ya jadi kenapa tidak ada acara untuk mendaur ulang kita bikin sabun ini karena melihat kondisi lingkungan yang semakin rusak jadi kita melakukan hal hal jecil seperti ini untuk keberlangsungan lingkungan, ya dijual kita jualnya itu satu batangnya 7 ribu kalo 2 bisa 10 ribu, bisa langsung hubungi instagram putik bersih,” kata Isti, Founder Putik Bersih.

Tim Liputan

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *