Komisi II Soroti Transparansi Pengelolaan Pendapatan BLUD SMK

Banjarmasin, Duta TV — Komisi II dan Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, bersama pengelola BLUD SMK se-Kalsel, membahas penguatan pengelolaan BLUD di sektor pendidikan. Sekretaris Komisi II, Haji Jahrian, mengatakan, BLUD pendidikan memiliki tujuan yang berbeda dengan BLUD rumah sakit atau sektor lainnya.

Menurutnya, pendapatan yang dihasilkan BLUD SMK harus dikelola secara transparan dan sebaik mungkin. Legislator Fraksi NasDem ini berharap keuntungan bukan menjadi fokus utama, karena yang lebih penting adalah peningkatan keterampilan siswa.

Komisi II juga mendorong fasilitas yang dimiliki SMK dimaksimalkan. Sehingga, memberikan manfaat langsung bagi proses pembelajaran dan peningkatan skill siswa.

“Ketua Komisi II, beliau sedang menjelaskan mengenai BLUD. Semuanya mendukung. Namun, beliau juga menekankan tadi bahwa BLUD untuk SMK tersebut bukan hanya mencari salah satu keuntungan. Namun, yang diutamakan itu adalah peningkatan skill. Untuk persiapan masa depan, menunjukkan SMK ini berfungsi begitu dia lepas sekolah, dia sudah memiliki skill khusus. Oleh karena itu BLUD untuk pendidikan tentu berbeda sedikit dengan BLUD untuk rumah sakit ataupun BLUD yang lainnya. BLUD yang lain tentu dituntut untuk memiliki keuntungan khusus. Namun, BLUD untuk pendidikan, pas-pasan pun itu sudah tidak ada masalah, karena mengejarnya di sektor pendidikan. Namun, juga jangan sampai merugikan. Yang paling penting BLUD harus memiliki suatu fasilitas yang bisa dimaksimalkan, yaitu dengan penggunaan uang transparan yang sebaik-baiknya. Saya kira demikian,” ujar H. Jahrian, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel.

Sementara itu, Ketua Komisi II Muhammad Yani Helmi menilai, BLUD SMK tetap perlu didorong agar mampu menghasilkan pendapatan. Namun, pendapatan tersebut harus sejalan dengan tujuan utama pendidikan.

“Hari ini bisa rapat bersama antara Komisi II dan IV beserta kawan-kawan BLUD SMK se-Kalimantan Selatan. Bersama mitra kerja, antara lain PTSP, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, juga BPKAD, Bapenda, dan Biro Ekonomi, serta kawan-kawan dari rumah sakit. Dan ini membuktikan bahwa ketika kita di DPRD ini didorong untuk mendapatkan ataupun menghasilkan—mendoronglah menghasilkan daripada kawan-kawan BLUD bisa menghasilkan lebih, ada upaya bisa apa namanya keselarasan Pak Gubernur untuk mendorong TPD kita, salah satunya dari yang BLUD lainnya. Akan tetapi BLUD di dunia pendidikan ini sedikit berbeda. Dia bukan hanya apa namanya mencari lebih daripada pendapatannya, akan tetapi adalah yang utamanya adalah menghasilkan apa namanya entrepreneur muda di masyarakat kita melalui anak-anak sekolah kita yang bersekolah di SMK,” ujar Muhammad Yani Helmi, Ketua Komisi II DPRD Kalsel.

Dari hasil rapat tercatat sejumlah BLUD SMK di Kalsel telah mengembangkan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti layanan perbengkelan di Hulu Sungai Utara, yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

Di Banjarmasin, layanan serupa juga dikembangkan SMK, dengan dukungan kerja sama bersama dunia usaha dan industri.

Evi Dwi Herliyanti,

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *