Komisi II Pertanyakan Peruntukkan Dana Rp800 Juta RS Idaman

Banjarbaru, DUTA TVDalam rapat dengar pendapat di RSU Idaman Banjarbaru, 7 anggota komisi II DPRD Banjarbaru, mendapat penjelasan bahwa mengenai anggaran badan layanan umum daerah, rumah sakit tahun 2020 mencapai 85 milliar.

Hanya saja, BPK RI menilai pengelolaan keuangan RSU Idaman tidak mempedomani Permendagri no.79 tahun 2018, sehingga dinilai tidak tertib anggaran karena mengalokasikan dana 1% dari dana operasional atau Rp 800 juta lebih yang tidak diketahui peruntukkannya.

Untuk itulah, anggota DPRD Banjarbaru mempertanyakan persoalan itu dan beberapa laporan keuangan lainnya, seperti target pendapatan yang dibawah realisasi dan potensi, dimana dua tahun terakhir kelebihan pendapatan  masing-masing mencapai 10 milliar.

“Persoalannya sudah clear karena ada acuannya,” kata  Syamsuri  Ketua Komisi II

“Kita ingin memonitor keuangan dan pemasukan parker,” ujar  Windi Novianto Anggota Komisi II

Terkait itu, Direktur RSU Idaman Dr Endah Labaty, mengungkapkan pengalokasian dana 1% mengacu pada Permendagri lain dan dituangkan dalam Perwali.

“Perwali juga mengacu Permandagri yang lain,” tutur Dr Endah Labaty Direktur RS Idaman

Sementara itu, dewan juga sempat mempertanyakan target pendapatan dari retribusi parker, yang menurun dan dijelaskan karena terdampak wabah Covid-19.

Reporter : Tarida Sitompul

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *