Koh Aseng, Pedagang Telur Asin Yang Berharap Tahun Baru Ini Bisa Lebih Baik

DUTA TV BANJARMASIN – Di  tahun baru Imlek berlambang babi tanah, tak sedikit warga Tionghoa yang berdoa agar diberikan keberkahan dalam hidup.
Salah satunya ialah Koh Aseng, Â warga Tionghoa yang sehari-hari bekerja sebagai penjual telur asin serta kue pia.
Dengan mengayuh sepeda, ia kerap berjualan hingga larut malam dengan berkeliling kota Banjarmasin untuk mengumpulkan pundi – pundi rupiah.
Di usia rentanya yang mencapai 86 tahun, ia memiliki beban yang cukup berat namun mulia, yakni menghidupi empat anak yatim.
“Berjualan dari siang jam 9, keliling, ke muka Giant, sampai jam 12 malam. Menghidupi 4 anak yatim. Orangtuanya meninggal. Ini menjualkan punya orang. Seharinya lima puluh sampai seratus. Cukup tidak cukup ya dicukup – cukupkan,â€kata Koh Aseng.
Pada perayaan tahun baru Imlek kali ini ia berharap akan menjual dagangannya lebih banyak.
Ia hanya menginginkan kehidupan yang lebih layak dengan mengembangkan usaha yang ia geluti saat ini.
“Mudah – mudahan Tuhan memberikan hidayah, lebih baik karena Tuhan baik,â€ujarnya lagi.
Dulunya Koh Aseng merupakan seorang pekerja otomotif di salah satu perusahaan ternama. Namun karena minimnya modal  dan nasib, membuat ia kini hanya mengambil upah dari berjualan telur asin.
Reporter : Nina Megasari – Zein Fahlevi





