Klarifikasi ‘Politisasi Masjid’ H. Denny ‘Mangkir’ di Pemanggilan Pertama Bawaslu

Banjarmasin, DUTA TV Penanganan perkara dugaan kegiatan kampanye di Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I, Kelurahan Pemurus Baru, telah masuk babak klarifikasi jajaran Bawaslu Kalsel, Kamis (08/04/2021).

Hari ini, terlapor calon gubernur Denny Indrayana dipanggil hadir untuk dimintai klarifikasi. Namun, paslon nomor urut 2 itu tak kunjung hadir alias mangkir.

Tiga orang saksi dari pelapor Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel Muhammad Hasan berhadir di Sekretariat Bawaslu Kalsel, mulai pukul  10.00-12.00 Wita. Juga Tiga orang warga diklarifikasi secara bergantian untuk dimintai keterangan terkait dugaan kegiatan kampanye, saat kegiatan subuh keliling di Masjid Nurul Iman  31 Maret lalu.

Lihat Juga :  Beredar Formulir Biodata Jadi Saksi TPS Denny Indrayana, Harus Sertakan Nama Akun Sosmed

Dari pantauan, informasi Mangkirnya H. Denny, diperkuat lantaran yang berhadir ke Sekretariat Bawaslu Kalsel, hanya nampak tim kuasa hukumnya Isrof Parhani yang menenteng sebuah map memasuki kantor sekretariat Bawaslu Kalsel, dan tak berselang lama segera meninggalkan kantor pengawas pemilu.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Kalsel Divisi Penanganan Pelanggaran, Azhar Ridhanie membenarkan, proses penanganan perkara dugaan kampanye di Masjid hari ini mengkaji keterangan pihak terkait, pelapor, saksi dan terlapor.

Lihat Juga :  Ketua DPRD Banjar dan Ketua KPUD Kalsel Diperiksa

“Kami jadwalkan hari ini untuk klarifikasi, Subjek inikan sebagai terlapor, dia bisa lakukan upaya hak jawab atau bantahan-bantahan atau klarifikasi terhadap laporan yang sudah disangkakan oleh pelapor,” jelasnya.

Jika dalam pemanggilan kedua, sebut Azhar, yang bersangkutan juga tidak berhadir maka Bawaslu Kalsel akan melakukan kajian sesuai keterangan yang didapat.

Terpisah, salah satu tim hukum Paman Birin, Rivaldi, yang mendampingi jalannya klarifikasi para saksi menduga, ada kampanye terselubung dalam  kegiatan subuh keliling Denny Indrayana di Masjid Nurul Iman. Hal ini diyakinkan dengan adanya alat bukti foto dari pelapor, yang menampilkan Denny Indrayana berpose dua jari yang merupakan citra diri nomor urut pemilihan.

Lihat Juga :  Dituduh Sebar Hoax, Ketua Bawaslu Kotabaru Disidang DKPP

“Memang terjadi dugaan kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon yang berujung pada keributan dan disitu juga diindikasikan ada pelanggaran protokol kesehatan karena salah satu warga maskernya dibuka paksa,” pungkasnya.

Tim Liputan

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *