Kisah Kapten Dwi, 26 Tahun Lebaran di Laut

Jakarta, DUTA TV – Bagi kebanyakan orang, Hari Raya Idul Fitri identik dengan pulang kampung, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati hangatnya kebersamaan.
Namun, hal itu tak lagi dijadikan tradisi oleh Dwi Irianto.
Selama 26 tahun terakhir, kapten kapal ferry tersebut justru menghabiskan momen Lebaran di tengah laut.
Ia harus rela jauh dari keluarga di Semarang demi memastikan ribuan pemudik tiba di tujuan dengan selamat.
“Sudah 26 tahun seperti ini. Pasti ada rasa sedih, apalagi setelah salat Id biasanya kumpul keluarga, makan bersama, sampai ziarah. Itu yang paling terasa,” ujar Dwi saat ditemui di atas kapal, Rabu (25/3/2026).
Di balik hiruk pikuk musim mudik, suasana Lebaran di kapal tak selalu ramai.
Bahkan, Dwi pernah merasakan Idulfitri yang sepi tanpa penumpang.
“Pernah salat Id hanya dengan kru kapal, tidak ada penumpang sama sekali,” katanya.
Bagi Dwi dan 28 kru yang dipimpinnya, Lebaran justru menjadi puncak tanggung jawab.
Sejak awal arus mudik, ia memastikan seluruh operasional pelayaran berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala berarti.
Menurutnya, kepuasan terbesar datang saat penumpang merasa nyaman selama perjalanan.
“Kalau penumpang tertib, tidak berdesakan, dan mereka merasa senang, itu sudah jadi kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya.
Rasa rindu kepada keluarga tak bisa dihindari, terlebih orang tua di kampung halaman yang semakin menua.
Bahkan, hingga beberapa hari setelah Lebaran, ia belum tentu bisa berkumpul dengan keluarga.
Namun, meski terbatas waktu dan kondisi, dia selalu berusaha berkomunikasi dengan keluarga saat kapal bersandar.
“Kalau kangen ya telepon, itu juga kalau ada sinyal,” katanya.
Meski jauh dari keluarga, suasana Lebaran tetap dihadirkan secara sederhana di atas kapal.
Dwi bersama kru dan penumpang kerap menggelar takbiran hingga pagi, dilanjutkan salat Id berjemaah dan makan ketupat bersama.(lip6)





