Ketua Komisi III Tumbuhkan Tradisi “Bahuma” ke Kalangan Anak Muda

Batola, DUTA TV – Menumbuhkan tradisi bahuma yang artinya bertani ke kalangan anak muda, ketua Komisi III DPRD Kalsel Hasanuddin Murad, mensosialisasikan perda nomor empat tahun 2017 tentang budaya banua dan kearifan lokal, kepada warga dapilnya kecamatan Alalak kabupaten Barito Kuala.
Mantan bupati Barito Kuala ini, ingin pertanian yang menjadi budaya warga Batola, dikelola dan diteruskan oleh anak muda secara profesional. Menurutnya, minat anak muda di dapilnya untuk meneruskan tradisi bahuma saat ini semakin kecil.
Rata-rata, mereka yang sudah lulus SMA bahkan sarjana, memilih untuk pindah dan bekerja ke kota, meninggalkan tradisi yang sudah dibudayakan nenek moyang secara turun temurun di kabupaten ini.
Akibatnya, hasil dan kualitas pertanian di Barito Kuala dari tahun ke tahun kian menurun, selain karena gagal panen akibat banjir dan serangan hama. Ia menyebut, hasil pertanian akan jauh lebih baik jika dikelola oleh kalangan muda dengan SDM yang berkualitas.
Hal itu tentu mempermudah para penyuluh pertanian memberikan arahan untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi beras. Ia berharap agar kalangan muda tak malu untuk bertani.
“salah satu budaya lokal kita bahuma. Behuma orang yang tidak tau baca tulis akan berbeda, bagi penyuluh akan mudah kalau mereka memberi penyuluh kepada petani yang dengan SDM lebih,” terang Hasanuddin Murad.
Dalam sosialisasinya, anggota dewan fraksi Golkar ini menggandeng camat Alalak, serta budayawan banua dan pencipta lagu Banjar, Khairiadi Asa. Dalam kesempatan ini, selain ingin membudayakan bahuma, hasanuddin murad juga berharap agar budaya banjar seperti lagulagu bahari terus digemakan, termasuk di sekolahsekolah.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





