Kemarau Panjang Pengaruhi Inflasi di Banjarmasin

Banjarmasin, Duta TV — Kemarau panjang yang melanda Kota Banjarmasin selama beberapa bulan terakhir berpengaruh dengan angka inflasi di Kota Seribu Sungai. Menurut Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Banjarmasin, angka inflasi saat ini sudah 4,96 persen.

Padahal, angka inflasi nasional hanya 3,28 persen, dan Banjarmasin menempati peringkat dua angka inflasi tertinggi di bawah Kabupaten Tanah Laut. Gagal panen pada padi di beberapa daerah di Kalsel merupakan salah satu yang memengaruhi kenaikan inflasi di Banjarmasin.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Banjarmasin, Noorsyahdi, berencana bekerja sama dengan kabupaten lain seperti Subang untuk memenuhi kebutuhan beras di Kota Banjarmasin. Selain itu, operasi pasar murah juga akan dilakukan oleh Pemko Banjarmasin.

“Kemarau ada dampaknya. Sekarang posisi inflasi 4,96, di atas nasional 3,28, jadi kita nomor dua paling tinggi di bawah Tanah Laut. Patut diwaspadai. Bukan karena kebakaran hutan dan lahan, tapi kemarau panjang serta gagal panen di daerah lain jadi ada kenaikan. Walaupun surplus cabai, cara mengatasi kerja sama antardaerah seperti Subang untuk beras. Ada pasar murah juga,” ujarnya.

Pemko Banjarmasin juga terus berupaya menurunkan inflasi di Kota Seribu Sungai dengan meningkatkan daya beli masyarakat.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *