Keluarga Minta Kasus Dua Siswa MTs Al-Furqan Diusut Tuntas

Banjarmasin, Duta TV — Kepergian kedua siswa, MFA dan RAF, yang masih berusia 13 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Keduanya ditemukan meninggal dunia di kolam, kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Jalan Gubernur Syarkawi, pada Minggu, enam September.
Pascakejadian, pihak keluarga meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Keluarga ingin kronologi kejadian, termasuk proses pengawasan selama kegiatan kemah, dapat diungkap secara jelas.
Keluarga juga menyampaikan kekhawatiran terkait pengawasan peserta selama kegiatan.
Ibu MFA, Atikah, mengaku kecewa karena menilai pihak sekolah terlambat memberikan informasi terkait keberadaan anaknya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Laporan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap secara utuh kronologi, serta menentukan ada atau tidaknya kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, pihak MTs Muhammadiyah Al-Furqan menyatakan, kegiatan Kemah Akbar telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur.
Wakil Direktur Kesantrian MTs Muhammadiyah Al-Furqan, Roy Akhriannoоr, menyebut peristiwa ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Pihak sekolah juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, sebagai bahan perbaikan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
Hingga kini, Polres Barito Kuala masih melakukan penyelidikan, untuk mengungkap penyebab dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua siswa tersebut meninggal dunia.
Reporter: Mawardi





