Kekerasan & Diskriminasi Perempuan Tinggi, Dewan Libatkan Tokoh Agama

Barito Kuala, DUTA TV — Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di banua masih terbilang cukup tinggi, di tahun 2021 lalu KDRT di Kalsel mencapai 60 kasus, 48 diantaranya sudah diselesaikan melalui pengadilan.

Kendati tidak termasuk daerah yang terbilang tinggi kasus KDRT nya, namun para tokoh agama di setiap kecamatan di Kabupaten Banjar, diminta ikut terlibat mensosialisasikan hal tersebut ke warga di wilayahnya masing-masing.

Permintaan itu disampaikan H. Gusti Abidinsyah anggota DPRD Kalsel, saat mensosialisasikan Perda tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kepada warga dan tokoh agama yang ada di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Menurutnya, peran tokoh agama sangat besar untuk meminimalisir kasus tersebut. Pasalnya, berbagai dampak yang ditimbulkan akibat kekerasan dan diskriminasi itu bisa disampaikan para pemuka agama melalui kegiatan keagamaan seperti majelis.

“Sebenarnya masalah krusial yang ada masalah kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan maupun anak oleh karena itu kira mencoba menyadarkan masyarakat bahwa diskiriminasi dan kekerasan terhadap perempuan ini harus distop kita sudah menyebarkan berbagai peraturan masih ada terjadi oleh karena itu dengan kesempatan ini mudahan harkat martabat perempuan bisa terangkat dan kaum laki-laki memahami itu. Hari ini kebetulan hadir Muhammad Haderi Isa beliau tokoh agama mudahan itu bisa disampaikan nanti kepada para perempuan,” kata H Gusti Abidinsyah, Anggota DPRD Kalsel.

“Alhamdulillah dengan adanya sosialisasi ini berkembang di masyarakat-masyarakat yang mulanya kurang baik menjadi baik. Ada sebagian kekerasan itu cuman alhamdulillah dengan adanya sosialisasi ini saya sampaikan yang mulanya baik menjadi lebih baik lagi inshaallah,” ujar H. Muhammad Haderi Isa, Tokoh Agama.

Selain meminimalisir angka kekerasan perempuan dan anak serta diskriminasi, politisi Demokrat ini juga mengajak para tokoh agama untuk bersama-sama warga dan pemerintah desa, memberdayakan perempuan di daerahnya melalui berbagai kegiatan, baik itu pengembangan usaha kecil maupun perdagangan. Terlebih, Desa Lok Baintan termasuk wilayah yang terkenal dengan wisata pasar terapungnya.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *