Kebutuhan Naik, Stok Minim, Gula Mahal Jelang Ramadhan

Banjarmasin, Duta TV — Menjelang Ramadhan, harga gula di Kalimantan Selatan naik signifikan hingga Rp17.000 per kilogram. Bahkan di sejumlah titik, harga gula mencapai Rp18.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu terbatasnya distribusi raw sugar atau gula mentah untuk industri. Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan, Aftahuddin, mengatakan izin impor raw sugar memang sudah keluar dari pemerintah pusat.

Namun distribusinya masih dibatasi, yakni 60 persen untuk pabrikan dan 40 persen untuk BUMN.

Akibatnya, pasokan gula industri belum optimal dan berdampak pada gula konsumsi di pasaran.

Padahal, kebutuhan gula di Kalimantan Selatan saat Ramadhan meningkat dari 12 ribu ton menjadi 15 ribu ton per bulan. Sementara stok yang tersedia saat ini baru sekitar 6 ribu ton.

Dalam kondisi ini, Aftah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying. Menurutnya, aksi borong hanya akan memperparah kelangkaan dan memicu kenaikan harga di tingkat eceran.

Aftahuddin menjelaskan, “Gula kita sementara ini untuk gula industri sendiri izinnya baru keluar dari pemerintah pusat untuk pabrikan raw sugar mentahnya baru keluar dan itu pun dibatasi jadi 60 persen untuk pabrikan, 40 persen untuk BUMN. Ini menjadikan satu musibah juga bagi kita. Kenapa jadi dibilang musibah, karena pada saat masuk Ramadhan kesiapan pemerintah untuk menyalurkan ke BUMN itu belum siap sebenarnya. Maka dari itu pabrik-pabrik industri pada mengeluh semua pada gula ini, jadi tertumpuk pada gula konsumsi. Kalau gula konsumsi kita pakai terus untuk makanan dan minuman, pastinya kebutuhan pokok kita tidak akan tercukupi.”

Selain gula, minyak goreng juga menjadi perhatian. Saat ini sebanyak 40 kontainer minyak goreng yang didatangkan belum mencukupi kebutuhan. Untuk menambah pasokan, pengusaha mendatangkan minyak goreng dari Sampit.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti,

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *