KBRI Astana Bangga Atlet Kazakhstan Meraih 3 Emas dan 1 Perunggu pada World Championship Pencak Silat Tapak Suci 2025 di Malang

Malang, DUTA TV — Kontingen Pencak Silat Tapak Suci dari Kazakhstan berhasil mencetak sejarah gemilang dengan menjuarai ajang World Championship Pencak Silat Tapak Suci 2025 yang digelar di Kota Malang, Indonesia, pada tanggal 31 Juli hingga 3 Agustus 2025.

Dalam kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai negara, tim Kazakhstan tampil impresif dan solid di berbagai nomor pertandingan. Mereka berhasil meraih tiga medali emas dan satu medali perunggu, yang mengantarkan mereka mendapat 3 emas 1 perunggu pada kompetisi tingkat dunia ini.

Perolehan medali Kazakhstan diraih melalui nomor tanding kelas dewasa putra oleh Nurlybekov Aibek – F Class (emas, juara 1), dan Yermekkali Arsen – E Class (emas, juara 1). Untuk tanding kelas dewasa putri, medali emas diraih oleh Ismurzina Aknur-Aiym – D Class (emas, juara 1), sedangkan Amanbay Aray – C Class meraih perunggu (juara 3).

Keberhasilan ini mendapat sambutan meriah dari para penonton dan peserta lain, sekaligus membuktikan bahwa perkembangan pencak silat di luar Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tengah, semakin pesat dan kompetitif.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, mengucapkan selamat atas prestasi yang diperoleh oleh pesilat Kazakhstan di Malang.

“Prestasi pencak silat Kazakhstan di Malang merupakan gambaran atas kemajuan diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Asia Tengah karena seni bela diri tradisional Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda bisa diterima dengan sangat baik di Kazakhstan,” tutur Dubes Fadjroel yang juga merupakan penasehat Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan dan Tajikistan tersebut.

Pelatih kepala tim Kazakhstan, Dr. M. Riski Adi Wijaya, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari latihan intensif, dedikasi para atlet, serta dukungan penuh dari Federasi Pencak Silat Kazakhstan yang telah menjadikan Tapak Suci sebagai bagian dari pembinaan prestasi dan juga dukungan KBRI.

“Prestasi pencak silat Kazakhstan tidak lepas dari dukungan KBRI Astana. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Astana, Kazakhstan atas dukungan dan peran aktifnya dalam mendukung pembinaan prestasi cabang olahraga pencak silat di Kazakhstan,” ucap pesilat Indonesia yang pernah tiga bulan melatih pesilat Kazakhstan tersebut.

Berkat perhatian, fasilitasi, serta sinergi yang diberikan oleh KBRI Astana, perkembangan pencak silat di Kazakhstan menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari segi pembinaan, pelatihan, hingga capaian prestasi di tingkat internasional.

Dukungan ini bukan hanya memperkuat citra positif Indonesia melalui diplomasi budaya, tetapi juga turut menjalin persahabatan yang erat antara masyarakat Kazakhstan dan Indonesia melalui olahraga bela diri warisan bangsa.

Semoga kolaborasi dan dukungan ini terus terjalin dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua negara, kata Coach Riski.

Manajer tim Kazakhstan, Fauzi Umar Lazji, SE, menyatakan ajang World Championship ini tidak hanya menjadi panggung prestasi, tetapi juga wadah silaturahmi antarnegara dalam menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, budaya, dan semangat keislaman yang menjadi ciri khas Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Ketua penyelenggara, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., menyampaikan apresiasi atas semangat kompetisi dan kerja sama seluruh kontingen, serta berharap kejuaraan ini terus menjadi agenda rutin untuk memperkuat eksistensi Pencak Silat Tapak Suci di kancah internasional.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *