Kalsel Siapkan Vaksinasi Mobile

Banjarbaru, DUTA TV Pemberian vaksinasi Covid-19 kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kalimantan Selatan sudah mencapai 77 %.

Hal ini disampaikan Penjabat Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA, MSi, usai mengikuti rapat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual, Senin siang 22 Februari 2021.

“Untuk vaksinasi tenaga kesehatan mencapai 77 persen, ada beberapa Kabupaten Kota yang belum selesai, kita akan berkoordinasi dengan para Bupati/Wali Kota untuk percepatan ini” katanya.

Disampaikan, untuk pemberian vaksin Pemprov Kalsel tengah menyusun strategi agar bisa memenuhi target yang diberikan seperti vaksinasi secara mobile untuk menjangkau daerah terisolir, kemudian menggelar vaksiasi secara massal.

Lihat Juga :  Darmawan Djaya Lakukan Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Sungai Ulin

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” sebutnya.

Diharapkan vaksinasi bagi Nakes selesai tepat waktu sehingga bisa dilanjutkan pemberian vaksinasi terhadap sasaran berikutnya yaitu Lansia dan petugas publik.

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” sebutnya.

Lihat Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Alasan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Disisi lain, untuk menekan penyebaran Covid 19 di lingkungan ASN, Safrizal telah menerbitkan surat edaran yang mewajibkan  swab antigen pada setiap kegiatan pemerintahan yang mengumpulkan orang banyak.

Terkait, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalsel, Safrizal ZA akan memperpanjang masa penerapanya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM.

Lihat Juga :  WASPADA! Penambahan Kasus COVID 90 Orang Perhari

“Sekarang sudah ada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021, Kita juga akan menuju  ke situ walaupun kita bukan daerah Jawa dan Bali, misalnya daerah yang di desanya berada di zona merah.

Maka akan dilarang mengumpulkan orang banyak, kalau tempat ibadah jaga jarak dan jumlah orangnya dibatasi” ucapnya.

Safrizal mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau tetap di rumah saja.

Tim Liputan

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *