Jumlah Pelayanan Kesehatan di RSUD H. Hasan Basry Menurun Drastis

Kab. Hulu Sungai Selatan, DUTA TVDalam kunjungan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) provinsi Kalimantan Selatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjend H Hasan Basry Kandangan, berbagai keluhan dan kendala disampaikan oleh pihak rumah sakit ini.

Salah satunya adalah kendala dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang bukan pasien COVID-19.

Hal ini terjadi diduga akibat adanya rasa ketakutan di masyarakat dikarenakan RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan menjadi salah satu tempat rujukan perawatan pasien COVID-19.

Direkrut RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan dr. Rasidah berharap, pihak provinsi dapat mengalihkan perawatan pasien COVID-19 di Banjarmasin, sehingga rumah sakit di daerah dapat lebih fokus memberikan layanan kesehatan selain COVID-19, tanpa ada rasa kekhawatiran.

“Alhamdulillah banyak solusi dan banyak masukan dari beliau, dan mudah-mudahan kedepannya kami berharap sebenarnya tadi saran yang kami sampaikan adalah Kalsel ini harusnya punya rumah sakit khusus rujukan COVID-19, bukan ada 5 rumah sakit yang merawat COVID tapi cukup 1 di Banjarmasin, jadi rumah sakit-rumah sakit yang lain bisa fokus untuk melayani masyarakat, karena dengan melayani COVID seperti kami disini masyarakat khawatir mau kerumah sakit, dipikir kalau masuk rumah sakit sini dikatakan nanti akan dijadikan COVID padahal tidak kan sebenarnya,” jelas dr. Rasidah.

Meski begitu pihak Rumah Sakit RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan mengaku tidak menolak untuk dijadikan rumah sakit untuk penanganan pasien COVID-19, namun berharap adanya solusi agar masyarakat tidak takut dan layanan kesehatan bisa kembali berjalan normal.

Reporter : Muhammad Irfansyah

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *