Jamkrida Kalsel Perluas Akses Kredit UMKM hingga 15 Triliun

Banjarmasin, Duta TV — Perusahaan penjaminan kredit milik daerah PT Jamkrida Kalsel menargetkan total kumulatif penjaminan UMKM di tahun 2026 menembus angka 15 triliun rupiah.

Target itu seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan sektor mikro dan kecil. Berkaca pada 2025 lalu, Jamkrida Kalsel telah menjamin 109 ribu UMKM di seluruh Kalimantan Selatan dengan total nilai penjaminan mencapai 13 triliun lebih.

Komisaris Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengatakan peningkatan ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat peran Jamkrida dalam menjaga ekosistem perekonomian daerah.

“Jadi sampai akhir 2025 Jamkrida sudah menjamin UMKM ada sekitar 109 ribu lebih, nah inilah yang kita jaminkan dengan total sekitar 13 triliun. Untuk di 2026 kita ingin ada penambahan lagi sekitar antara 10–13 ribu UMKM, artinya sehingga dengan jumlah jaminan itu sekitar 2,9 triliun, sehingga nantinya harapan kita pada akhir tahun 2026 ini jaminan kita sekitar 15 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor, menambahkan rata-rata setiap tahun pihaknya memberikan dukungan kepada 8 hingga 9 ribu UMKM dengan nilai penjaminan sekitar 1 triliun lebih. Tercatat, total penjaminan di Kota Banjarmasin dalam tiga tahun terakhir mencapai 2,44 triliun, disusul Kabupaten Barito Kuala sebesar 1,22 triliun dan Kabupaten Tabalong sekitar 1,02 triliun.

“Kami itu memberikan dukungan kepada 8–9 ribu UMKM setahun dengan nilai rata-rata 1 triliun lebih. Nilai 1 triliun itu adalah nilai penjaminannya per tahun kita cover. Kalau kita lihat lagi dalam tiga tahun terakhir ini ada beberapa kabupaten yang cukup signifikan nilai penjaminannya itu, misalkan Kota Banjarmasin karena memang juga penduduknya besar, UMKM-nya lebih banyak, penyaluran kreditnya juga lebih banyak sehingga penyaluran kredit yang kami cover di Kota Banjarmasin lebih besar. Kemudian di Batola itu juga cukup besar, itu posisi 1,2 triliun di tiga tahun terakhir. Kemudian di Kabupaten Tabalong sekitar 1 triliun,” tambahnya.

Sejak berdiri pada 2013, PT Jamkrida Kalsel terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta inovasi produk penjaminan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lembaga keuangan lebih percaya diri menyalurkan kredit kepada UMKM karena risiko kredit telah dijamin.

Memasuki 2026, strategi pencapaian target akan diperkuat melalui kolaborasi dengan perbankan, termasuk Bank Perekonomian Rakyat, serta koperasi simpan pinjam di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Skema penjaminan mencakup kredit mikro, kredit modal kerja, kredit investasi hingga pembiayaan berbasis klaster UMKM.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *