Jadikan BBPPKS Pusat Karantina, DPRD : Musyawarahkan Dulu

DUTA TV BANJARMASIN – Pemko berencana menambah rumah karantina, bagi penanganan pasien Covid-19 di Banjarmasin.

Wadah isolasi yang direncanakan ditempatkan di balai besar pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial atau BBPPKS, di kawasan Batu Besar komplek sekolah Mulawarman, Banjarmasin Tengah.

Penempatan rumah karantina di bangunan milik Kementrian Sosial itu, digadang mampu menampung 50 tempat tidur bagi warga Banjarmasin, yang diperlukan untuk isolasi penanganan Virus Corona.

“Kita sudah bersurat dan tinjau kesana, kita belum dapat tanggapan, kita tunggu saja, kami berharap camat fasilitasi komunikasi dengan warga, untuk dipakai rumah karantina, kita masih perlukan rumah karantina,” ucap Machli Riyadi, juru bicara TGTPP Covid-19 Banjarmasin.

Machli Riyadi, jubir Gugus Tugas kota Banjarmasin
Machli Riyadi, jubir Gugus Tugas kota Banjarmasin

Menanggapai rencana penambahan wadah isolasi itu mendapat sorotan wakil ketua DPRD Banjarmasin, Hj Ananda, agar dilakukannya musyawarah mufakat terlebih dahulu bersama pihak terkait, agar tak lagi terulang gejolak berupa penolakan dari masyarakat setempat.

“Saya liatnya karena kantor balai tersebut ditengah lingkungan masyarakat, saya tidak mau, kita kan pernah sempat kejadian ada tempat yang mau dijadikan karantina terjadi penolakan masyarakat, itu kan memang gagal, dan satu lagi juga sempat perdebatan dan akhirnya diterima, kita berharap dari dua kejadian ini tidak terulang kembali, kami berharap pemerintah khususnya tim Gugus Tugas Covid-19 sebelum ambil keputusan, alangkah baiknya masyarakat sekitar agar melibatkan semua komponen sebelum memutuskan tempat itu wadah karantina, atau apa, jadi urun rembug bersama disampaikan, dan didiskusikan, kalo ditolak bagaimana titik temunya,” ujar Ananda, wakil ketua DPRD Banjarmasin.

Upaya penambahan rumah karantina ini, lantaran wadah isolasi di BTKIP di jalan perdagangan dinilai sudah memenuhi kapasitas dan perlu ada penambahan.

Reporter : Fadli Rizki – Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *