Jadi Bunda QRIS Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin Ajak Warga Biasakan Transaksi Digital

Banjarmasin – dutatv.com, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, mengajak masyarakat membiasakan transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

 

Ajakan tersebut disampaikan Hj. Fathul Jannah di sela gelaran Wastra Nusantara dalam rangkaian Pamor Borneo 2026 di Banjarmasin. Selain memperkenalkan kain khas Kalimantan Selatan melalui sasirangan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong masyarakat semakin akrab dengan transaksi pembayaran digital.

 

Sebagai Bunda QRIS Kalsel, Hj. Fathul Jannah mendorong penggunaan QRIS tidak hanya di pusat perbelanjaan, tetapi juga dalam aktivitas transaksi sehari-hari, termasuk ketika masyarakat membeli produk UMKM.

 

Menurutnya, kemudahan transaksi digital dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mengikuti perkembangan teknologi pembayaran.

 

“Mari kita biasakan bertransaksi menggunakan QRIS. Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih mudah dan praktis, termasuk saat membeli produk-produk UMKM kita,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong pelaku UMKM di Kalimantan Selatan untuk semakin siap menerima pembayaran digital.

 

Menurutnya, perluasan penggunaan QRIS dapat membantu pelaku usaha memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis kepada konsumen.

Dorongan terhadap digitalisasi pembayaran tersebut sejalan dengan pelaksanaan Pamor Borneo 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 7–9 Agustus 2026.

 

Pamor Borneo 2026 mengusung tiga fokus utama, yakni penguatan UMKM dan akses pembiayaan, peningkatan investasi sektor riil, serta perluasan akseptasi digital dan pengelolaan uang rupiah.

 

Bank Indonesia juga terus memperluas penggunaan inovasi pembayaran digital, termasuk QRIS Tap yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan menempelkan ponsel pada mesin pembayaran. Di Kalimantan Selatan, teknologi tersebut telah diterapkan pada sejumlah layanan transportasi dan pusat perdagangan.

 

Sementara itu, kehadiran Hj. Fathul Jannah dalam gelaran Wastra Nusantara turut memperkuat promosi sasirangan sebagai bagian dari kekayaan wastra Kalimantan Selatan.

 

Melalui perpaduan promosi produk lokal dan digitalisasi transaksi, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin mengenal dan menggunakan produk UMKM daerah, tetapi juga semakin terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. (KiA)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *