Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian, Turki Tangani Rekonstruksi Jalur Gaza

Jakarta, DUTA TV – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Palestina pascakesepakatan gencatan senjata yang dicapai dalam pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mesir.

Kepala Negara, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sejumlah negara mediator kunci seperti Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Mesir menanyakan kesiapan Indonesia dalam mendukung proses perdamaian tersebut.

“Kami katakan kami siap, kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap,” katanya seusai tiba di Tanah Air dari Mesir.

Presiden menambahkan, rencana pengiriman pasukan perdamaian itu akan dibahas lebih lanjut secara teknis dengan berbagai pihak terkait.

Ia menekankan bahwa proses ini tidak mudah dan memerlukan pembahasan mendalam antara negara-negara yang terlibat.

“Itu sudah saya tegaskan. Kita sekarang akan bicara detilnya lah, ini masih rumit, tidak gampang. Tapi ya kita mulai kerja,” ujarnya.

Dalam pidatonya pada sidang umum PBB ke-80, Presiden Prabowo telah menyampaikan bahwa Indonesia siap mengerahkan 20.000 prajurit atau lebih untuk misi perdamaian, termasuk di Gaza, bila mandat PBB diberikan.

Sementara salahnsatu negara kunci, Turki, akan memikul tanggung jawab atas rekonstruksi Jalur Gaza, kata Kepala Komunikasi Kepresidenan Turki Burhanettin Duran, Senin (13/10).

“Negara kami akan terus ikut memikul tanggung jawab rekonstruksi Gaza, menyembuhkan luka-lukanya, dan memastikan bahwa saudara-saudara kami di Palestina dapat menatap masa depan dengan penuh harapan dan keyakinan,” tulis Duran di X, mengomentari hasil KTT perdamaian Gaza di Mesir.

“Negara kami akan terus berdiri di pihak yang tertindas, di pihak keadilan, dan menjadi pembawa pesan perdamaian,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa KTT tersebut menjadi titik balik penting bagi upaya diplomatik yang bertujuan mencapai gencatan senjata permanen di Gaza dan membangun perdamaian dan stabilitas regional.(ant)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *