Hingga Juli Sudah Terdeteksi 1.200 Titik Api, Banjarbaru Sudah Siaga Karhutla

BANJARMASIN, Duta TV — Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kalsel sudah mendeteksi 1.200 titik api terhitung Januari hingga 24 Juli kemarin. Data terbaru per Kamis kemarin, BPBD mencatat kemunculan 12 titik api, terbanyak di Tabalong 7 titik dan Tapin 6 titik.
Saat rapat bersama Komisi I DPRD Kalsel, BPBD menyebut Banjarbaru sudah berstatus siaga kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Dalam waktu dekat, akan menyusul Tapin dan Hulu Sungai Selatan berstatus serupa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedy Mulyadi, mengatakan, dari 1.200 titik api yang terdeteksi itu terus berfluktuasi. Terkait penyebabnya, pihaknya tak bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.
Namun demikian, upaya mitigasi terus dilakukan, terlebih di Banjarbaru, di mana titik terbanyak berada di areal Landasan Ulin dekat Bandara Syamsudin Noor.
“Januari sampai dengan 24 Juli itu sudah 1.200 titik api, tapi fluktuasi, kadang-kadang hujan hilang. Wilayah yang paling rawan itu ada memang semua daerah di Kalsel, 13 kabupaten/kota rawan karhutla, dan paling tinggi adalah HSS, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Batola. Dan ini harus kita waspadai karena dekat dengan bandara sebagai pusat jantung ekonomi Kalsel. Nah, untuk mengetahui investigasi itu bukan ranah kita,” ujarnya.
Rencananya, Senin mendatang akan dilakukan rapat koordinasi terkait status Kalimantan sendiri, apakah akan ditetapkan menjadi siaga karhutla, mengingat puncak kemarau dipastikan terjadi pada Agustus ini. Dalam rapat bersama Komisi I ini, BPBD juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, berjumlah enam unit.
Dari enam unit itu, lima adalah helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Pemprov juga telah mengusulkan untuk modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





