Harga Beras Lokal ‘Merangkak’ Naik Jelang Ramadhan

Banjarmasin, Duta TV Aktivitas jual beli beras di Sentra Antasari, Kota Banjarmasin, masih seperti biasanya. Hanya saja, para pedagang mengakui pasokan beras yang masuk ke pasar saat ini cenderung berkurang.

Jika biasanya distribusi beras bisa mencapai tiga ton sekali kirim, kini pasokan yang datang hanya sekitar satu hingga dua ton saja. Meski demikian, sejumlah jenis beras lokal masih tersedia di pasaran, seperti Beras Mayang dan Beras Siam.

Pedagang memastikan kebutuhan masyarakat sejauh ini masih dapat terpenuhi, meski stok terbilang pas-pasan.

Menipisnya pasokan berdampak pada kenaikan harga beras. Untuk penjualan eceran per liter, kenaikan harga mencapai sekitar seribu rupiah. Sementara untuk pembelian per karung, kenaikan harga berkisar antara tiga puluh hingga empat puluh ribu rupiah, terutama pada jenis beras lokal yang banyak diminati masyarakat.

Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, di mana konsumsi rumah tangga cenderung meningkat dibandingkan hari biasa.

“Untuk stok beras menipis pas, tapi masih ada. Kaya Beras Mayang, Beras Siam, alhamdulillah masih tersedia. Biasanya datang itu tiga ton, sekarang cuma satu sampai dua ton aja. Harga yang naik banar, perliter ada yang naik seribu. Kalau per karung bisa naik tiga puluh sampai empat puluh ribu, karena mau puasa ini,” ujar Alfiannor, pedagang beras.

Sementara itu, untuk beras asal Jawa, pedagang menyebut kenaikan harga masih relatif stabil dan tidak terlalu signifikan. Kenaikan harga Beras Jawa hanya berkisar antara lima hingga sepuluh ribu rupiah per karung. Untuk menjaga ketersediaan dan menekan lonjakan harga, pasokan beras dari Bulog juga terus disalurkan ke pasaran. Beras Bulog yang sebagian berasal dari impor, seperti Vietnam, Thailand, dan India, dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Reporter: Nina Megasari, M. Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *