Gelontorkan Anggaran Triliunan, Dewan Minta Kejelasan Leading Sektor & AMDAL Stadion Internasional

Banjarmasin, Duta TV — Ketua DPRD Kalimantan Selatan meminta kejelasan data secara menyeluruh sebelum proyek pembangunan stadion bertaraf internasional dilanjutkan ke tahap berikutnya, termasuk leading sektor sebagai penanggung jawab utama.

Hal itu disampaikan saat rapat ekspos bersama instansi terkait. Selain penentuan leading sektor, dewan juga mempertanyakan pembebasan lahan seluas 29,7 hektar yang tengah berproses di Kantor Wilayah Pertanahan.

Pemprov mengalokasikan sekitar 65 miliar rupiah untuk pembebasan lahan, di mana tercatat ada 88 sertifikat lahan milik masyarakat terdampak.

Dewan berharap persoalan lahan tidak menjadi permasalahan di kemudian hari, layaknya pembangunan gedung dewan yang saat ini tengah dalam proses gugatan di pengadilan.

Dalam rapat ini, dewan turut menyoroti analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal yang menjadi penentu utama keberlanjutan proyek ke depan.

H. Supian HK mengatakan, “Kita kan bicara dulu menyangkut masalah yang 29 hektar, tapi tetap juga amdalnya nanti positif negatifnya karena amdal menentukan untuk masa depan proyek itu.”

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, memastikan tahapan perencanaan telah dijalankan sesuai prosedur. Amdal dan manajemen sistem disebut telah diselesaikan pada tahun 2025.

Sedangkan untuk proses pembebasan lahan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Untuk tahap awal, pemerintah akan fokus pada pembangunan stadion utama seluas sekitar 7 hektar.

Sementara pengembangan kawasan sport center secara keseluruhan akan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi lahan dan kemampuan anggaran.

Apalagi ada beberapa hektar lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

M. Yasin Toyib mengatakan, “Kita sudah melaksanakan sesuai dengan program yang namanya pembangunan itu harus ada MS, harus ada amdal, lahan harus clean and clear. Untuk amdal sudah kita selesaikan di tahun kemarin, mungkin nanti perlu ekspos lebih dalam lagi seperti yang diminta. Kemudian untuk lahan ini sedang berproses dan kondisi sekarang sudah di posisi Kanwil Pertanahan untuk pelaksanaan pembebasan lahannya. Insyaallah dalam 2-3 bulan ini sudah kelihatan hasilnya berapa nilainya, berapa yang harus dibayarkan ke masyarakat, prosesnya seperti apa.”

Rapat lanjutan dijadwalkan digelar usai Lebaran untuk memastikan kejelasan penanggung jawab proyek dan progres pembebasan lahan. Rapat ini turut dihadiri pihak Bandara Syamsudin Noor karena lokasi pembangunan hanya berjarak 6 kilometer dari lapangan terbang.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *