Garap TV Digital, Bakrie Telecom Tunggu Revisi UU Penyiaran

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tengah menunggu proses Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran untuk mengembangkan bisnis barunya, yaitu penyediaan infrastruktur televisi (tv) digital.

Chief Financial Officer Bakrie Telecom Aditya Irawan mengatakan tv digital umumnya tak memiliki jaringan dan hanya berkutat pada konten. Oleh karena itu, perusahaan ingin mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan sumber pendapatan baru.

“Misalnya tv lokal, mereka itu kan punya konten, tapi tidak ada jaringan. Padahal, tv digital itu lewat kabel. Nah, kami yang akan menyediakan. Jadi, tv lokal bisa fokus produksi konten,” tutur dia, Selasa (9/7).

Saat ini, perusahaan masih menghitung kebutuhan dana untuk mengembangkan bisnis baru tersebut. Yang pasti, perusahaan belum memasukkannya dalam kebutuhan pengeluaran tahun ini.

Saat ini, Aditya menjelaskan sumber pendapatan perusahaan berasal dari dua lini bisnis, yakni layanan voice & data solution dan contact center. Sebanyak 70 persen kantong perusahaan diisi dari bisnis voice & data solution.

“Tahun ini masih akan seperti itu (mayoritas pendapatan dari voice & data solution),” imbuh dia.

Perusahaan tak memiliki rencana untuk melakukan ekspansi besar-besaran tahun ini untuk kedua layanannya tersebut. Pengembangan terbatas pada rencana perusahaan menambah pasokan perangkat telepon untuk konsumen.

“Sampai akhir tahun kan masih fokus dengan voice & data solution, tapi itu belanja modalnya kecil sekali hanya untuk perangkat telepon, tidak banyak,” jelas Aditya.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *