‘Entrepreneur Day’ Mitra Kasih Jadi Ajang Lestarikan Budaya Banjar

Kabupaten Banjar, Duta TV — Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan bersama perwakilan dari Mitra Kasih School memukul gong menandai dimulainya kegiatan Entrepreneur Day di Mitra Kasih School, Sabtu pagi (07/02/26). Kegiatan ini melibatkan siswa dari jenjang PAUD hingga SMA di sekolah yang berada di kawasan CitraLand, Kabupaten Banjar.

Tahun ini, kegiatan Entrepreneur Day mengangkat tema melestarikan dan menonjolkan budaya Banjar di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Setiap kelas diisi dengan kebudayaan dari masing-masing daerah seperti Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Batulicin, dan daerah lainnya. Para siswa menonjolkan adat istiadat, makanan khas, serta kebiasaan dari tiap daerah.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi dari pihak sekolah terhadap budaya Banjar sekaligus sebagai sarana edukasi kepada siswa terkait kebudayaan daerah. Sebelumnya, pihak sekolah juga menggelar lomba permainan tradisional yang diikuti peserta dari Mitra Kasih School dan sekolah lainnya.

Entrepreneur Day ini merupakan program tahunan Mitra Kasih dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA, dengan tema mengapresiasi masyarakat tradisional di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Rangkaian kegiatan dengan tajuk Entrepreneur Day ini, kami menghadirkan stan edukasi 13 kabupaten/kota di Kalsel lengkap dengan adat istiadatnya, kekayaan makanannya, serta mainan tradisional yang ada di kelas-kelas. Kami ingin menekankan budaya Banjar Kalsel harus dilestarikan. Kami mengajak anak dan orang tua untuk perlu kita tonjolkan dan lestarikan,” jelas Mr. Iyan dan Fransisca Erwin W, Kepala SMA dan SD Mitra Kasih School.

Kepala SMP Mitra Kasih School, Christine Kasuma, juga menjelaskan berbagai macam lomba tradisional yang digelar sejak Kamis, Jumat, Sabtu, hingga hari ini, seperti bakiak, balogo, dan gerobak sodor, baik secara umum maupun antar siswa se-Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Yuli Haryanto, mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut sebagai wujud kemandirian anak dan upaya mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja ke depan.

“Kami dari BPMP Kalsel sangat mendukung wujud kemandirian dan kewirausahaan anak-anak seperti konsep delapan dimensi anak. Harapannya kegiatan ini bisa ditiru sekolah yang lain, tidak hanya belajar seperti biasa, sehingga anak-anak bisa siap dengan dunia kerja yang diciptakan oleh anak-anak sendiri,” ungkapnya.

Yuli juga berharap kegiatan seperti ini dapat diadopsi oleh sekolah lain agar siswa-siswi siap menghadapi dunia kerja sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa mendatang.

Reporter: Zein Pahlevi


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *