DPRD Kalsel Desak Normalisasi Sungai dan Penertiban Bantaran Cegah Banjir

Banjarmasin, DUTA TV DPRD Kalimantan Selatan mendorong percepatan normalisasi alur sungai sebagai langkah penanggulangan banjir di sejumlah daerah. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Haji Jahrian, dalam rapat penanggulangan kebencanaan bersama SKPD Pemprov Kalsel.

Wakil rakyat Fraksi NasDem ini juga menyoroti kondisi alur sungai di daerah pemilihannya, Barito Kuala, khususnya di wilayah Jejangkit dan Mandastana, yang dinilai menjadi penyebab utama lambatnya penurunan air.

Menurutnya, alur sungai yang tertutup membuat air tidak bisa mengalir optimal menuju Sungai Barito. Ia menegaskan perlunya pengerukan sungai yang tembus dari Mandastana ke Sungai Barito agar aliran air kembali lancar.

Selain normalisasi sungai, Haji Jahrian juga meminta pemerintah daerah agar lebih tegas dalam pemberian izin bangunan, khususnya di kawasan bantaran sungai.

“Kabupaten Barito Kuala itu daerah Jejangkit itu perlu pengerukan alur sungai yang tembus ke Sungai Barito. Kalau itu tak bisa dibuat semuanya, penurunan air. Saya meminta jangan sembarangan memberikan izin bangunan di tepian sungai,” ujar Haji Jahrian.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, menegaskan langkah cepat yang akan dilakukan adalah penanggulangan alur sungai yang dangkal agar bisa segera dinormalisasi. Ia berharap dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan sudah terlihat pergerakan di lapangan.

“Langkah segera ini adalah pertama penanggulangan masalah alur sungai yang dangkal supaya bisa dinormalisasikan. Yang kedua, yang menutupi lahan-lahan yang menghambat arus lalu lintas air, akhirnya air tidak bisa cepat turun ke laut dan sungai. Mudah-mudahan tiga empat hari ini sudah ada pergerakan,” kata Supian HK.

DPRD Kalimantan Selatan berencana melakukan rapat dengar pendapat bersama pihak terkait pada akhir bulan ini untuk mengevaluasi hasil pemantauan di lapangan.

Dewan berharap langkah normalisasi sungai dan penertiban bangunan di bantaran sungai dapat segera direalisasikan guna mempercepat surutnya air dan mencegah banjir berulang di Kalimantan Selatan.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *