DPRD Banjarmasin ‘Ingatkan’ PTM Tidak Wajib

Banjarmasin, DUTA TV — Ketua Komisi IV DPRD kota Banjarmasin, Norlatifah menegaskan pembelajaran tatap muka masih menunggu keputusan bersama.

Hal ini terkait dengan perkembangan Covid-19 di kota Banjarmasin yang belakangan mengalami lonjakan.

Wanita yang akrab disapa Lala ini menambahkan jika PTM sendiri bukanlah sebuah kewajiban. Siswa masih bisa belajar dari rumah jika tak mendapat rekomendasi orang tua. Selain itu syarat untuk menggelar PTM sendiri yakni tidak dalam zona orange ataupun merah.

“Beracuan SKB 4 menteri, keputusannya diserahkan daerah tergantung penyebaran Covid, kalo zona orange dan merah tidak diizinkan, PTM ini tidak wajib, orang tua yang belum setuju anaknya belajar di sekolah silahkan belajar di rumah, sekolah wajib memfasilitasi, wajib mengawasi dan disiplin terhadap belajar mengajar di sekolah, untuk para guru wajib vaksin, wajib pcr, siswa smp wajib vaksin di faskes terdekat, kita tidak ingin mengorbankan keamanan dan kenyamanannya, tapi kita juga memperhatikan kualitas mutu pendidikan. Meski banjarmasin belum ppkm melihat angka kasus, kami sepakat meninjau kembali melihat perkembangan ke depan sehingga ptm ini bisa dilaksanakan dengan nyaman dan aman,” ucap Norlatifah Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin

Lihat Juga :  Pol PP Banjarmasin Pantau Prokes di Sekolah

Disdik Akui Pelajaran Daring Tak Efektif

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengaku tetap akan melaksanakan PTM pada Senin pekan depan. Alasannya pembelajaran secara daring yang sudah dilakukan sejak pandemi Covid 19 terjadi tidak efektif.

“PTM si pustuskan atas dasar kondisi Banjarmasin hari ini, jadi memang Banjarmasin saat ini tidak zona merah. Jadi kita masih mempunyai opsi pembelajaran tatap muka, kenapa harus dilaksanakan, kalau kita menunggu sampai tanda petik, Covid itu hilang tidak ada jaminan kita ada darurat kurikulum juga, anak kelas 2 SD saat ini tidak sebagian sulit membaca asal jangan zona merah dan PPKM,” kata Totok Agus Daryanto Kadisdik Kota Banjarmasin.

Totok Agus Daryanto Kadisdik Kota Banjarmasin

Totok Agus Daryanto Kadisdik Kota Banjarmasin

Rencananya, PTM diberlakukan dari Paud hingga SMP, dengan beberapa aturan yang sudah disosialisasikan ke pihak sekolah. Seperti, membatasi siswa di kelas pelaksanaan PTM maksimal dua jam dan menerapkan prokes untuk siswa dan tenaga pengajarnya.

Lihat Juga :  Usai Terkonfirmasi Positif, SMPN 33 Langsung Disemprot Disinfektan

Reporter : Nina Megasari – Zein Pahlevi

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *