DKB Banjarmasin Kritik Revitalisasi Taman Gerbang Kota, Yamin Sampaikan Permohonan Maaf

Banjarmasin, Duta TV — Kritik Dewan Kesenian Banjarmasin terhadap revitalisasi Taman Gerbang Kota mendapat tanggapan langsung dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sebelumnya, Dewan Kesenian Banjarmasin melalui unggahan di akun Instagram Dewan Kesenian_BJM menyatakan revitalisasi Taman Gerbang Kota dinilai ahistoris dan kurang selaras dengan nilai artistik yang melekat pada kawasan tersebut. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial.

Usai menunaikan ibadah umrah, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin langsung merespons kritik tersebut. Yamin menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya komunikasi antara Pemerintah Kota dengan Dewan Kesenian Banjarmasin dalam proses revitalisasi.

Muhammad Yamin, Wali Kota Banjarmasin, mengatakan, “Saya atas nama pribadi meminta maaf dan mengakui kurangnya komunikasi. Nanti saya bersama Dinas Pariwisata akan menemui langsung Pak Misbah. Apa yang kami buat ini tidak menghilangkan kesenian lokal. Saya menyayangkan persoalan ini harus sampai ke media. Sebenarnya kita bisa duduk bersama. Selama ini ornamen itu juga terlindung dan tidak terlihat. Sekarang kami membangun Rumah Banjar dan relief itu tetap ada di sisi-sisinya. Kami tidak menghilangkan ornamen tersebut karena memang harus dijaga. Hanya saja kalau diperhatikan kondisinya sudah miring.”

Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen membuka ruang komunikasi dengan Dewan Kesenian Banjarmasin untuk mencari solusi terbaik. Diharapkan dialog tersebut dapat menjaga kelestarian nilai sejarah dan budaya sekaligus mendukung penataan wajah kota tanpa mengabaikan aspirasi para pelaku seni.

Dewan Kesenian: Permintaan Maaf Wali Kota Merupakan Langkah Positif

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin Hajeriansyah mengatakan permintaan maaf wali kota menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap aspirasi para seniman yang sebelumnya mempersoalkan proses rehabilitasi Taman Gerbang Kota.

Menurutnya, Pemerintah Kota juga telah menyepakati agar pekerjaan rehabilitasi diambil alih oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin.

Hajeriansyah, Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, mengatakan, “Kami mengapresiasi Pak Wali Kota Banjarmasin Pak Muhammad Yamin yang sudah meminta maaf dan datang langsung menemui seniman maestro Pak Misbah Tamrin. Itu sudah ditindaklanjuti sesuai tuntutan kami. Pekerjaannya akan diambil alih Disbudporapar Kota Banjarmasin. Kami akan merekonstruksi karya-karya yang tersisa untuk dijadikan monumen baru di Kota Banjarmasin sebagai upaya menghargai seniman Banjarmasin yang memiliki reputasi nasional. Secara umum tuntutan kami sudah dipenuhi. Selanjutnya kami akan berkoordinasi mengenai proses rehabilitasinya dan di lokasi juga akan dibuat prasasti untuk mengenang pembuat karya tersebut.”

Dewan Kesenian berharap proses rehabilitasi dapat berjalan sesuai rencana sehingga nilai sejarah dan karya seni peninggalan maestro Misbah Tamrin tetap terjaga sebagai bagian dari identitas Kota Banjarmasin.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *