Dislautkan Kalsel Perkuat Pengawasan Pupuk untuk Pembudidaya Ikan

Duta tv–Kotabaru, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi bagi sektor perikanan sekaligus mempersiapkan perencanaan kebutuhan tahun 2027.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan Tahun 2027 yang dirangkai dengan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru.
Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan perencanaan kebutuhan dan pengawasan distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan serta diterima oleh pembudidaya ikan yang berhak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2027 dilakukan secara cermat, sekaligus memperkuat pengawasan penyaluran tahun 2026 agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Rusdi, penyusunan rencana kebutuhan perlu didukung pendataan yang baik agar dapat menggambarkan kebutuhan pembudidaya ikan di lapangan. Sementara itu, pengawasan distribusi diperlukan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Dislautkan Kalsel mendorong koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kabupaten, penyedia pupuk, penyuluh perikanan, serta kelompok pembudidaya ikan.
Kegiatan di Kotabaru tersebut turut melibatkan Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, PT Pupuk Indonesia, penyuluh perikanan, pihak kecamatan, kepala desa, dan kelompok pembudidaya ikan.
Rusdi menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar informasi mengenai kebutuhan pupuk dapat dihimpun dengan baik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap proses penyalurannya.
“Kami berharap seluruh pihak ikut berperan aktif dalam pengawasan. Dengan tata kelola yang baik, pupuk bersubsidi dapat mendukung peningkatan produktivitas perikanan budidaya dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui perencanaan kebutuhan tahun 2027 dan pengawasan distribusi tahun 2026, Dislautkan Kalsel berharap pemanfaatan pupuk bersubsidi dapat mendukung keberlanjutan usaha perikanan budidaya, meningkatkan produktivitas pembudidaya, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dislautkan Kalsel juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi agar pelaksanaannya berlangsung tertib, transparan, dan sesuai ketentuan. (Kia)





