Dislautkan Kalsel Genjot Program Gemarikan Lewat Promosi Kuliner Ikan Khas Banjar di TMII

Jakarta – Dutatv.com, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan konsumsi sekaligus promosi produk olahan ikan khas Banjar melalui Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, dalam rangkaian Promosi Kuliner Ikan Khas Daerah di Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Sabtu (14/2/2026).

Rusdi menegaskan, Program Gemarikan tidak hanya mengajak masyarakat gemar mengonsumsi ikan, tetapi juga memiliki pendekatan yang komprehensif.

“Program Gemarikan berfokus pada beberapa aspek, antara lain edukasi, aksesibilitas agar ikan mudah didapat dengan harga terjangkau, diversifikasi olahan, serta pencegahan stunting. Kami ingin memastikan ikan menjadi bagian dari konsumsi harian masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ikan merupakan pangan bergizi tinggi yang kaya Omega-3 dan penting bagi kesehatan jantung, fungsi otak, serta tumbuh kembang anak.

“Ikan adalah sumber protein dan Omega-3 yang sangat baik. Konsumsi ikan secara rutin berperan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting,” tambahnya.

Berdasarkan data Dislautkan Kalsel, konsumsi ikan di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif. Pada 2024, angka konsumsi ikan tercatat sebesar 35,85 kilogram per kapita per tahun dan meningkat menjadi 37,72 kilogram per kapita per tahun. Capaian tersebut berada di atas rata-rata konsumsi ikan nasional tahun 2025 yang sebesar 26,08 kilogram per kapita per tahun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono

Menurut Rusdi, peningkatan tersebut mencerminkan kesadaran masyarakat Kalimantan Selatan terhadap pentingnya konsumsi ikan yang semakin baik.

Selain berdampak pada kesehatan, Program Gemarikan juga memberikan efek ekonomi bagi daerah. Peningkatan konsumsi ikan turut mendorong pertumbuhan pelaku UMKM pengolahan berbahan dasar ikan.

“Ketika masyarakat gemar makan ikan, maka nelayan terbantu, pelaku UMKM pengolahan ikan berkembang, dan ekonomi daerah bergerak. Inilah sinergi antara kesehatan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Dalam kegiatan promosi di Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Dislautkan Kalsel menampilkan berbagai kuliner unggulan, di antaranya Ipau Ikan Patin, Paliat Ikan Patin, Paliat Udang, Nasi Kebuli Abon Haruan, Haruan Sanga Baharu khas Balimau, Katupat Kandangan Iwak Haruan, Papuyu Goreng, Udang Goreng, Pundut Nasi, Pakasam, hingga Kue Bangkit Haruan.

Rusdi berharap promosi ini mampu memperluas pengenalan kuliner ikan khas Banjar tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara.

“Dengan dilaksanakannya promosi kuliner ikan khas daerah Kalimantan Selatan di Anjungan Kalimantan Selatan, budaya Banjar dan kekayaan kuliner kita semakin dikenal luas. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang identitas dan kebanggaan daerah,” pungkasnya.

Tim

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *