Dislautkan Kalsel Dorong Produktivitas Budidaya Lewat Penguatan Koordinasi Pupuk Bersubsidi

Banjarbaru – dutatv.com, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dislautkan Kalsel) terus memperkuat sinergi lintas daerah guna meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Temu Koordinasi Pemenuhan Sarana dan Prasarana Budidaya yang digelar di Aula Kantor Dislautkan Kalsel di Banjarbaru, Senin (26/1).

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, serta dihadiri oleh kepala dinas yang membidangi perikanan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, kepala bidang perikanan budidaya kabupaten/kota, dan perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Kalimantan Selatan.

 

Dalam sambutannya, Rusdi Hartono menyampaikan bahwa penguatan perikanan budidaya merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.

 

“Melalui program Ekonomi Biru, Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan pengembangan perikanan budidaya di laut, pesisir, dan darat sebagai salah satu program prioritas yang berkelanjutan,” ujar Rusdi.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dislautkan terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Upaya tersebut diwujudkan antara lain melalui pengembangan Shrimp Estate dan Gabus Estate, serta peningkatan produktivitas budidaya ikan air tawar sebagai bagian dari misi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan berbasis syariah.

 

Pada kesempatan itu, Rusdi juga menyoroti terbitnya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi. Regulasi ini menjadi landasan pengaturan pupuk bersubsidi bagi subsektor perikanan budidaya guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya.

 

Menurutnya, pupuk memegang peranan penting dalam usaha budidaya ikan dan udang karena mendorong pertumbuhan plankton sebagai sumber pakan alami. Dengan penerapan tata kelola pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, diharapkan produksi dan produktivitas perikanan budidaya dapat meningkat.

 

“Sasaran tata kelola pupuk bersubsidi adalah memastikan penyaluran pupuk tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat penerima,” jelasnya.

 

Dislautkan Kalsel, sebagai tim pembina pengelolaan pupuk bersubsidi sektor perikanan, bertugas melakukan koordinasi, sosialisasi, serta monitoring pelaksanaan pupuk bersubsidi sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 479 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan Tahun Anggaran 2026.

 

Namun demikian, Rusdi mengungkapkan bahwa pada usulan data pupuk bersubsidi sektor perikanan tahun 2026, baru Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu yang mengajukan. Ia berharap seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat bersinergi dan memanfaatkan program ini secara optimal pada tahun-tahun mendatang.

 

Melalui kegiatan temu koordinasi ini, Dislautkan Kalsel berharap terbangun kerja sama yang semakin kuat antar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung perikanan budidaya yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Tim

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *