Di Tengah Efisiensi, Disbudporapar Luncurkan CoE di Bali

Banjarmasin, Duta TV Kantor Balai Kota Banjarmasin terlihat lebih sepi dari biasanya pada Jumat (06/02/26) pagi.

Sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kepala daerah diketahui sedang berada di Bali untuk melaksanakan peluncuran CoE atau Calendar of Event Banjarmasin 2026, yang digelar pada Sabtu (06/02/26) malam di Kota Denpasar, Bali.

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Hal ini ditandai dengan dicabutnya puluhan ribu warga Banjarmasin dari daftar penerima manfaat BPJS gratis, serta adanya pengurangan bonus bagi atlet berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil, berdalih pelaksanaan peluncuran Calendar of Event di Bali dilakukan karena daerah tersebut merupakan destinasi wisata nasional yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia berharap pembukaan CoE tersebut dapat berdampak positif terhadap sektor pariwisata di Banjarmasin.

Ibnu Sabil menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan di Bali sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata Kota Banjarmasin.

“Kegiatan dilaksanakan di Bali bukan hari jadi, melainkan peluncuran CoE Pemko Banjarmasin 2026. Ini bagian strategi mempromosikan pariwisata di Banjarmasin. Kenapa di Bali, karena Bali merupakan tempat wisata nasional dan internasional. Banyak sekali turis domestik dan internasional yang berada di Bali. Ini bagian strategi dan titik strategis memperkenalkan agenda event pariwisata budaya di Bali, dan diharapkan nantinya berdampak pada pariwisata di Banjarmasin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut telah direncanakan dengan memperhatikan efisiensi anggaran serta manfaat jangka panjang.

“Terkait efisiensi anggaran, kami sudah merencanakan sesuai mekanisme dan tetap memperhatikan efisiensi anggaran. Ini bisa didisposisikan jangka panjang dan berdampak positif bagi wisata di Banjarmasin, serta mengembangkan UMKM dengan meningkatnya kunjungan,” tambahnya.

Sabil juga menyatakan anggaran yang digunakan telah sesuai mekanisme dan tetap memperhatikan prinsip efisiensi, meskipun ia tidak mengungkapkan secara rinci besaran anggaran yang digunakan dalam peluncuran CoE tersebut.

Namun demikian, berdasarkan data yang ditampilkan pada situs SPSE di Inaproc.id, tercantum paket pekerjaan penunjukan langsung bernama Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026.

Kontrak kerja tersebut dibuat pada 3 Februari 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp200 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2026.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *