Dewan Usul Kunker saat Penerbangan Perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur

Banjarmasin, Duta TV – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan langsung mengusulkan keberangkatan kunjungan kerja para wakil rakyat saat penerbangan perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur dilaunching 20 Oktober mendatang.
Usulan disampaikannya saat rapat kerja kesiapan Angkasa Pura menjelang dibukanya penerbangan internasional melalui Bandara Syamsudin Noor.
Ketua dewan, H. Supian HK, menyebut, selain biaya yang berada di bawah pagu anggaran, daerah Kuala Lumpur juga cocok dijadikan lokasi studi komparasi. Salah satu yang bisa dipelajari adalah terkait pengelolaan pelabuhan, di mana di Malaysia terdapat pelabuhan terbesar di Asia Tenggara. Bukan hanya mitra Komisi III, ia juga membeberkan banyak mitra kerja yang bisa didatangi untuk komparasi bagi seluruh komisi di Rumah Banjar sesuai bidangnya masing-masing. Menurutnya, studi komparasi ke luar negeri tidak masalah sepanjang anggaran perjalanan dinas yang disiapkan mencukupi dan sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan.
“Kuala Lumpur ini banyak mitra kita menyangkut kelapa sawit, tambang, dan sebagainya. Apalagi tadi untuk tiketnya murah, daripada kita ke Jakarta, hanya sekitar 800 ribu. Jadi alangkah baiknya penerbangan perdana tujuan ke sana, tidak masalah, biayanya lebih murah malah daripada ke Jakarta. Tapi harus ada dulu mitranya, misalnya dengan Dishub melihat pelabuhan di sana, dan sebagainya. Begitu juga dengan Komisi IV, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Begitu juga Komisi II ekonomi dan keuangan, dan Komisi I. Karena ini tidak melebihi pagu yang ditetapkan, perjalanan kita malah di bawah, memungkinkan karena pagunya di bawah. Tiketnya kalau kita ke Jakarta 1,4 juta, ke sana 800. Perjalanan hanya 2 jam 15 menit, cc,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Syamsudin Noor, Khaerul Assidiqi, mengatakan kesiapan bandara untuk penerbangan internasional perdana sudah hampir rampung, baik itu fasilitas hingga SDM, termasuk alur keberangkatan dan kedatangan penumpang internasional.
“Kesiapan infrastruktur, fasilitas, dan lain-lain sudah kita siapkan karena kita memiliki area keberangkatan internasional. Ini ada proses yang dibutuhkan, sudah kita penuhi. Persiapan ini rangkaian, mulai dari fasilitas publik, musala, dan lain-lain. Kemudian proses mengenai alur keberangkatan penumpang internasional seperti apa, kedatangannya juga seperti apa, apa saja yang harus dilalui oleh penumpang internasional, mulai dari gate imigrasi, bea cukai, karantina, dan lain-lain. Jadi secara umum seperti itu. Dan juga people, kami memastikan personel yang akan melaksanakan penerbangan internasional juga sudah tersedia. Tadi sudah kita sampaikan jumlah personelnya dari bea cukai, imigrasi, dan karantina, sudah ready,” ungkapnya.
Sementara terkait perpanjangan runway bandara, saat ini pihak Angkasa Pura masih melihat antusiasme penumpang internasional, apakah akan mencapai target lima juta penumpang per tahun jika ditotal dengan penumpang reguler, dari yang saat ini baru berkisar 3,1 juta penumpang per tahun. Untuk mencapai target itu, tidak menutup kemungkinan juga akan dibuka penerbangan internasional dari Banjarmasin tujuan Singapura.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





