COVID-19 Gelombang 3 Bangkit di Malaysia  dan Singapura

Jakarta, DUTA TV — Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan ‘lockdown’ nasional hinggga 7 Juni mendatang. Mudik antar negara bagian dilarang imbas terjangan gelombang ketiga COVID-19.

Kasus harian COVID-19 di Malaysia menembus angka 4.000 pada Senin (10/5/2021). Terdapat 37.390 kasus aktif dengan kematian mencapai 1.700 kasus hingga 10 Mei.

Yassin juga mengingatkan munculnya varian baru dengan laju infeksi lebih tinggi yang dikhawatirkan bakal membebani infrastruktur layanan kesehatan.

Lockdown atau movement control order (MCO) kali ini, berbagai kegiatan berkerumun tidak diperbolehkan. Demikian juga perjalanan dalam dan antar negara bagian, juga dilarang.

Lihat Juga :  Nasib Pilu Anak Korban COVID-19 India, Tak Ada Yang Mau Tahu

Di Singapura, otoritas setempat kembali menemukan penambahan kasus infeksi Covid-19 yang berhubungan dengan kluster bandara Changi. Pada Senin (10/5/2021), dua kasus tambahan terkonfirmasi berhubungan seorang pasien yang terkonfirmasi positif Minggu (9/5/2021) dan menjadikan total infeksi di bandara menjadi 10 kasus.

Kasus tambahan pertama yang dilaporkan adalah seorang warga Singapura berusia 44 tahun. Ia bekerja sebagai petugas operasi di Raffles Medical, yang terletak di Terminal 3 Bandara Changi.

Lihat Juga :  Vaksin Corona Untuk Anak Disetujui

“Pria itu mengalami hidung tersumbat pada 9 Mei tetapi tidak mencari perawatan medis,” kata Kementerian Kesehatan, Selasa (11/5/2021).

Ia langsung dites pada hari yang sama sebagai bagian dari “operasi pengujian Covid-19 khusus” Kemkes Singapura. Sebelumnya pemerintah Negeri Singa memang berjanji menguji 9.000 pekerja di Bandara Changi Terminal 1 dan 3 karena merebaknya corona.

Kasus lainnya, terkait seorang pria Singapura berusia 59 tahun. Ia merupakan petugas keamanan penerbangan di Terminal 3 Bandara Changi.

Lihat Juga :  Diakui Vaksinasi Tenaga Kependidikan Baru 35 Persen

Pekerjaan pria tersebut adalah melakukan pemeriksaan keamanan di aula keberangkatan. Kedua pasien ini diketahui sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.

Akibat infeksi yang meningkat ini, pemerintah memutuskan untuk mengisolasi 12 ribu penduduk yang diindikasikan melakukan kontak erat dengan semua kluster Covid-19 di negara itu. Singapura kini memiliki 10 klaster Covid-19 yang aktif.(cnn)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *