Cafe Pilih Musik Instrumental Ketimbang

BANJARMASIN, DUTA TV — Polemik royalti musik sudah banyak diketahui oleh pengusaha cafe. Salah satunya coffee shop di kawasan Pasar Niaga Banjarmasin. Hingga saat ini, mereka mengaku masih memutar musik seperti biasa karena aturan royalti tersebut belum diberlakukan.

Di sisi lain, saat ini juga banyak pemanfaatan musik AI yang bisa diciptakan sendiri. Saat ini musik AI sendiri belum terlalu familiar di Banjarmasin, tapi di beberapa mal di kota besar seperti Jakarta sudah menggunakan musik AI tersebut untuk menghindari membayar royalti.

Sementara, menurut barista Pamera Coffee di kawasan Pasar Niaga, Dava, jika nantinya royalti musik diterapkan, mereka lebih memilih memutar musik instrumental agar menghindari terkena pajak atau royalti tersebut.

“Sampai sekarang belum ada penegasan, masih memutar musik seperti biasanya, iya setiap hari. Baru tahu tadi yang diciptakan AI. Masalah itu sepertinya belum tertarik pakai AI, memutar instrumental saja,” ujarnya.

Terbaru, DPR, pemerintah, dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) sepakat untuk mengakhiri polemik royalti lagu selama dua bulan ke depan, sambil menunggu untuk menyelesaikan Undang-Undang Hak Cipta.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *