Budidaya Tanaman Obat di Tengah Pandemi

DUTA TV PONTIANAK – Masa pandemi COVID-19 membuat orang harus menjaga kesehatan dan imunitas tubuhnya. Karena memperkuat sistem kekebalan tubuh, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangkal penularan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Dan salah satu kebiasaan yang telah diwariskan leluhur kita, untuk meningkatkan imunitas tubuh, adalah dengan mengonsumsi tanaman obat dan jamu. Hal itu juga yang dilakukan warga kelurahan Sungai Jawi, kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat. Mereka membudidayakan tanaman obat keluarga, atau Toga, dengan memanfaatkan lahan rumahnya. Mulai kunyit putih, kunyit kuning, sambung nyawa, sambiloto, brotowali, temu mangga, dan lain-lain.

Selain bisa memenuhi kebutuhan obat-obatan herbal keluarga, apotik hidup tentu saja akan sangat bermanfaat. karena selain dapat digunakan sebagai obat tradisional, yang sifatnya mencegah atau mengobati berbagai penyakit, hingga yang kronis sekalipun. Juga dapat digunakan sebagai bumbu masakan. hal itu, membuat muhayati, yang dikenal sebagai penggagas budidaya toga di Sungai Jawi, kini telah membudidayakan sedikitnya 40 jenis tanaman obat.

“Motivasi saya sebenarnya kepinginnya adalah di kota Pontianak ini membudidayakan tanaman-tanaman obat, karena yang saya lihat, masyarakat mencari tanaman obat ini sangat sulit,” tutur Muhayati, penggagas budidaya Toga.

Muhayati
Muhayati

“Harapannya ke depannya, di sini akan selalu berkembang dan melibatkan lebih banyak warga, dan tentu saja kami akan selalu men-support,” tambah Thedy Setia Utama, Lurah Sungai Jawi.

Warga setempat berharap, budidaya toga bisa terus berkembang, dengan melibatkan lebih banyak masyarakat. Karena selain bermanfaat untuk pengobatan herbal, juga bisa memacu usaha mikro, kecil, dan menengah, sekalipun dilakukan secara individu. Bahkan dapat menambah nilai estetika tersendiri jika tertanam dengan tertata rapi. (ind/ant)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *