Biaya Meter Air Naik, Dewas Berdalih Kondisi Keuangan PDAM Bergejolak

Banjarmasin, DUTA TVAdanya rencana kenaikan biaya penyesuaian pemeliharaan meter air PDAM Bandarmasih, membuat Ketua Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih Ichwan Noor Chalik angkat bicara.

Penyesuaian biaya itu telah diketahui dan melalui proses panjang dalam penentuannya, pasca pencabutan kebijakan 10 meter kubik.

Setelah itu kondisi keuangan atau cash flow perusahaan plat merah itu dikatakan bergejolak. Dan untuk menutupinya, langkah penyesuaian lewat pemeliharaan meter air jadi regulasi yang paling memungkinkan, ditambah 4 tahun terakhir diklaim belum ada penyesuaian biaya itu.

Lihat Juga :  Anggota DPRD Kalsel Ajak Lestarikan Budaya Banjar Sebelum Sapi Disembelih

“Paska pencabutan itu tidak ada, PDAM undang Dewas, cash flow karena penghapusan 10 meter kubik. Bagaimana cara memperbaiki itu. Naik tarif tidak mungkin, efisiensi sudah luar biasa, mau coba seperti di Palembang hanya 12 jam operasional, itu akan lebih rebut dari ini. Biaya pemeliharaan meter itu yang bisa ditempuh sesuai aturan. Sudah 4 tahun tidak ada penyesuaian 4 tahun, karena yang cabut 10 meter kubik itu saya, maka kebijakan ini pun dari saya,” kata Ichwan Noor Chalik

Lihat Juga :  Supian HK Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana

DPRD Siap Panggil PDAM dan Wali Kota

Sementara pihak legislatif DPRD Banjarmasin menjadwalkan akan memanggil direksi PDAM serta pemerintah kota, untuk mengkonfirmasi kebijakan tersebut.

“Kami sudah jadwalkan pemanggilan PDAM dan pemko besok pagi RDP, setelah itu baru kita bisa Tarik kesimpulan bagaimana kebijakan itu. Dari Pemko itu masih ancang-ancang wacana, tentu sudah ditentukan dengan aturan berlaku. Kita singkron kan, mudahan didapat hasil yang tidak memberatkan,” ujar Harry Wijaya, Ketua DPRD Banjarmasin.

Lihat Juga :  Warga Sampaikan Keberatan Naiknya Tarif PDAM Saat Reses Wakil Rakyat

Sebelumnya langkah PDAM dengan menaikan biaya meter air kepada pelanggan, mendapat keluhan dari masyarakat, pasalnya ekonomi masyarakat saat ini sedang terpuruk karna dampak pandemi Covid-19.

Reporter : Fadli Rizki

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *