Beras Oplosan Masih Beredar, Dewan Minta Jadi Bagian Satgas Pangan

BANJARMASIN, DUTA TV — Anggota Komisi II DPRD Kalsel meminta para wakil rakyat bisa menjadi bagian dari Satgas Pangan. Hal itu untuk mengatasi peredaran beras oplosan yang saat ini kian marak di Kalimantan Selatan.

Bahkan, diungkapkan Ketua Komisi II, Muhammad Yani Helmi, di Tanah Bumbu, beras oplosan ditemukan di pasar tradisional dan tanpa kemasan. Ia pun meminta agar Dinas Perdagangan terus meningkatkan pengawasan.

Wakil rakyat Dapil Tanah Bumbu ini menegaskan, jika dewan masuk dalam tim Satgas Pangan, maka penindakan akan lebih cepat dilakukan. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan menyambut baik keinginan tersebut sebagai langkah percepatan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pangan.

“DPRD ingin jadi bagian dari Satgas Pangan sehingga kami bisa hadir juga di tengah masyarakat. Sehingga informasi-informasi dari masyarakat bisa lebih cepat ke Satgas Pangan karena kita ada di lapangan. Kita kan ada 12 anggota komisi di sini dan 55 ada di DPRD. Itu semua orang-orang daerah dan mereka tahu situasional di kabupaten/kota di Kalsel. Itu pasti bisa cepat, dan kita harapkan DPRD ada di Satgas Pangan,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad Bagiawan, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, mengaku menyambut positif hal tersebut.

“Menyambut positif, itu hal yang baik. Apalagi dewan langsung berhubungan dengan masyarakat. Jadi pengawasan ini kan akan lebih optimal, lebih tajam, jadi tidak sembarangan peredaran barang-barang yang memang ada yang boleh, ada yang nggak boleh,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disdag sudah melakukan investigasi dan mendapati 3 merek beras oplosan diperjualbelikan di toko modern berjaringan. Bahkan, pasca investigasi, masih ada beberapa ritel yang memperjualbelikan beras diduga oplosan. Hal itu pun sudah dilaporkan Disdag ke pihak kepolisian.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *