Bappedalitbang Banjar: Kenaikan Air Laut dan Pendangkalan Sungai Picu Banjir Rob

Martapura, DUTA TV — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas RI bersama Bappedalitbang Kabupaten Banjar melakukan kajian terhadap peningkatan permukaan air laut akibat pemanasan global. Selain itu, kajian juga membahas terkait pendangkalan alur Barito di pesisir Aluh-Aluh yang memicu terjadinya banjir rob.
Banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin salah satunya disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut karena mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan secara drastis akibat dari pemanasan global.
Hal ini dibahas dalam pengkajian oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas RI bersama Bappedalitbang Kabupaten Banjar belum lama tadi.
Tak hanya isu pemanasan global, terjadinya banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Selatan juga dipicu akibat pendangkalan sungai, tepatnya di alur Barito di kawasan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar hingga perairan Tabanio Kabupaten Tanah Laut.
Pendangkalan sungai menyebabkan banjir rob yang akhir-akhir ini intensitasnya semakin sering dan waktu surutnya lebih lama.
Menurut Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Budiono, wilayah yang akhir-akhir ini sering kali terdampak banjir rob di antaranya Kecamatan Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Sungai Tabuk, Gambut, dan Kertak Hanyar.
“Terkait dengan kenaikan permukaan air laut akibat dari pemanasan global, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Kertak Hanyar, juga di Banjarmasin. Jadi ada dua daerah di Kalsel yang terjadi kenaikan air laut, juga terkait pendangkalan air sungai khususnya alur Barito mengakibatkan air lambat atau terhambat turun ke laut. Saat ini intensitasnya sering dan waktunya lebih lama,” ujar Nasrullah.
Pengkajian kali ini diharapkan untuk membangun sinergi daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dampak peningkatan permukaan air laut. Banjir rob menimbulkan genangan, intrusi air asin, sehingga mengakibatkan gangguan infrastruktur hingga tekanan terhadap layanan dasar dan mata pencaharian masyarakat.
Reporter: Suhardadi





