Bansos Diprediksi Naik di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Jakarta, DUTA TV – Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) dimungkinkan mengalami kenaikan nominal maupun jumlah penerima di tengah kebijakan efisiensi anggaran, menyusul tekanan perekonomian global terutama akibat kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemerintah masih mempelajari skema penyesuaian bantuan sosial (bansos) dengan mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya.

“Semua ada kemungkinan. Tahun lalu kita belajar, ada penebalan bantuan dan penambahan jumlah penerima manfaat,” kata Gus Ipul saat ditemui, Rabu (25/3/2026).

Pada 2025, jelas Gus Ipul, pemerintah pernah menambah bantuan sebesar Rp 400.000 selama dua bulan di pertengahan tahun.

Setelah itu pada akhir tahun, bantuan kembali ditingkatkan menjadi Rp 900.000, selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025.

Total bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 33 juta penerima manfaat, meningkat signifikan dibanding alokasi awal.

“Jadi kemungkinan penambahan itu ada, tetapi sementara alokasinya masih sama sesuai perencanaan kami,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah juga melakukan penebalan bantuan sosial lainnya seperti sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) pada Juni dan Juli 2025.

Pada akhir 2025, pemerintah menyalurkan BLTS dengan nominal bantuan dan cakupan penerima yang diperluas.

Jumlah keluarga penerima manfaat yang semula sekitar 18 juta meningkat menjadi 33 hingga 35 juta keluarga.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.(Kom)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *