Bank Indonesia Puji Keuletan Paman Birin, Turut Pacu Peningkatan Ekonomi Daerah

DUTA TV BANJARBARU – Kepala perwakilan Bank Indonesia, Kalimantan Selatan, Herawanto memuji keuletan gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dalam upaya nyata turut mendorong peningkatan perekonomian daerah.

Herawanto menjelaskan, setiap kegiatan berskala nasional yang digelar pasti memberikan kontribusi positif bagi ekonomi. “Event nasional yang digelar Kalsel mampu meningkatkan transaksi perekonomian secara umum seperti hunian hotel dan penginapan layanan maskapai penerbangan, usaha makanan dan kerajinan rakyat,” ungkap Herawanto, Jumat (05/07/2019).

Dari beberapa event nasional sektor riil pasti bergerak dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. “Sosok paman Birin sapaan akrab gubernur Kalsel yang ulet menjemput event berskala nasional turut memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi daerah,” ucapnya lagi.

Heru juga memberikan saran pentingnya pemantapan sinergi provinsi, kabupaten/kota untuk lebih memacu ekonomi daerah. Misal saja sektor pariwisata, strategi sistem paket yang terintegrasi pastinya turut mendukung agar wisatawan yang berkunjung tidak hanya ke satu tempat tetapi juga dapat ke daerah lainnya.

Sementara itu sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian, tingkat kemiskinan di Kalsel dapat diturunkan dari 4,70 persen di tahun 2017 menjadi 4,54 persen di tahun 2018, angka ini jauh lebih rendah dari tingkat nasional.

Perbaikan ekonomi juga mendukung penambahan kesempatan kerja sehingga tingkat pengangguran terbuka Kalsel turun dari 4,77 persen pada 2017 menjadi 4,50 persen di tahun 2018. Dan pada tahun 2018 daya beli masyarakat juga stabil, ini karena inflasi mampu dikendalikan oleh regulasi terukur. Inflasi Kalsel sendiri tercatat 2,63 persen, angka ini lebih rendah dari angka rata-rata inflasi di Kalimantan dan nasional.

H. Fauzi, pengusaha permata dan cinderamata asal Kota Martapura mengaku omzet penjualan dagangannya meningkat signifikan pada saat di daerah digelar kegiatan nasional. “Jenis dagangan paling laris adalah pernak pernik atau cinderamata khas Banua seperti kain sasirangan, pernak pernik kerajinan lokal dan batu permata,” ungkap Fauzi. Selain kerajinan khas yang banyak dikunjungi pembeli luar daerah, kuliner masakan lokal juga turut digemari.

Seperti yang diketahui telah banyak event berskala nasional yang sukses digelar di daerah berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa itu. H Fauzi, pedagang permata dan cinderamata asal Kota Martapura, mengaku omzet penjualan dagangannya meningkat signifikan pada saat di daerah dihelat kegiatan nasional.

Sementara itu, kegiatan terbaru kali ini adalah peringatan hari keluarga nasional (Harganas) XXVI yang acara puncaknya berlangsung 3- 6 Juli 2019. Harganas yang digelar di Banjarmasin dan kota Banjarbaru sendiri memberikan manfaat multi efek bagi pelaku usaha di sektor riil seperti sektor jasa, barang, makanan dan bandara penerbangan.

Reporter: Yulian dan Humas Pemprov Kalsel


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *