Banjarmasin Posisi Ke-3 Angka Kematian Ibu dan Bayi dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan menjadi perhatian Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat membuka kegiatan Verifikasi Analisa Data dan Rekomendasi Audit Maternal Perinatal di salah satu hotel di Banjarmasin.
Pasalnya, Banjarmasin saat ini menempati posisi ketiga dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dengan jumlah angka kematian ibu dan bayi terbanyak, yaitu delapan kasus dalam proses persalinan.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin berharap kegiatan ini dapat menekan angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir serta mengajak adanya sinergisitas antar lembaga dan instansi untuk melakukan pencegahan sedini mungkin.
Kita berharap kegiatan ini harus menjadi catatan penting sebagai wadah menekan angka kematian ibu hamil dan bayi lintas sektor agar setiap kasus dicatat dan ditindaklanjuti prioritas menekan angka kematian,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin M. Ramadhan meminta para ibu hamil aktif memeriksakan kandungan mereka di fasilitas pelayanan kesehatan maupun rumah sakit, agar potensi risiko dapat diantisipasi sebelum proses persalinan.
“Amanah Pak Wali menekan kematian ibu dan bayi baru lahir, mitigasi kita risiko mulai dari hamil di awal konsisten pemeriksaan, sehingga mengetahui gangguan dan bisa dideteksi. Ibu sehat dan bayi selamat, kalau ada gangguan kita lakukan SC. Rata-rata 10 besar pertama hipertensi, pendarahan, infeksi, ada kelainan bawaan,” ujarnya.
Saat ini, kasus kematian ibu sebagian besar dipicu oleh hipertensi, pendarahan, infeksi, serta kelainan bawaan pada ibu maupun bayi. Melalui pemeriksaan rutin, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan.
Reporter: Zein Pahlevi





