Antisipasi Penyakit Paru, Isra Boyong Dokter ke Pabrik Penggilingan Padi

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Bersama tim medis, anggota komisi III DPRD Kalsel HM Isra Ismail, mendatangi pabrik penggilingan padi yang ada di Desa Handil Manarap Baru, Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Hal ini dilakukan menindaklanjuti adanya kekhawatiran dari warga yang merupakan pemilik dan pekerja, terkait dampak dari pengoperasian mesin pabrik, yang menimbulkan partikel debu halus dan harus mereka hirup selama bekerja.

Pemilik khawatir jika debu itu terhirup dalam waktu lama, akan berbahaya bagi kesehatan paru-paru, kendati, saat ini tidak ada keluhan gangguan kesehatan, baik dari pemilik maupun pekerja yang sudah lebih dari 20 tahun beraktifitas di pabrik ini.

Tim medis mengatakan, berdasarkan hasil screening tidak terdeteksi resiko terhadap penyakit paru kronis. Hanya saja, tim medis meminta kehati-hatian pemilik dan pekerja, lantaran partikel debu halus, biasanya langsung masuk ke saluran pernafasan.

“Jadi kalau hasil dari screening ini memang resiko penyakit paru rendah karena memang melihat bapanya tidak merokok kedua paparan dari tempatnya sendiri minimal dua jam tapi memang tetap harus kita lakukan pemeriksaan seperti ini rutin per 6 bulan karena sbnrnya resiko dari pekerjaan paparan yang lain juga ada jadi yang seperti ini kita sarankan untuk evaluasi berkala enam bulan jadi kita lakukan pemeriksaan sederhana dan diperiksa oleh puskesmas terdekat nanti kalau dari puskesmas menyatakan ada potensi penyakit paru bisa dirujuk ke rumah sakit,” kata  Dr. Ita, Petugas Medis

“Kami rasa cukup bermanfaat karena untuk memberi pengetahuan kepada kami dan tadi kan sudah dilakukan pemeriksaan setidaknya kami mengetahui bahwa kami belum terkena penyakit. Memang sempat makanya dipertanyakan membanding dengan yang terhidup debu kimia keluhan tidak ada tapi sebagai pengetahuan kalau memang terlalu beresiko ya kita hentikan operasinya,” Kata Jumran, Pemilik Pabrik

“Alhamdulillah kemaren saya ada melaksnaakan sosialisasi perda nomor 1 th 2021 tentang penyelenggaraan kesehatan dalam kemaren sosialisasi ada salah satu dari peserta menanyakan berkaitan dengan debu di pabrik kebetulan kemaren ada salah satu narsum dari dokter rupanya dokter ini berkeinginan melakukan penelitian terhadap orang yang kena debu pabrik ini salah satu pabriknya yang ditinjau artinya apa yang saya sampaikan kemaren direspon oleh masyarakat artinya masyarakat paham terhadap kesehatannya makanya dia pertanyakan,” ucap HM Isra Ismail, Anggota Komisi III DPRD Kalsel.

Saat ini sendiri, pabrik penggilingan padi ini sedang berhenti beroperasi karena gagal panen. Namun dewan meminta jika kembali beroperasi, pemilik dan pekerja tetap menerapkan SOP salah satunya memakai masker medis.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *