Angka Stroke di Kalsel Masuk 5 Besar Tertinggi Nasional

Banjarmasin, DUTA TV — Puluhan warga Banjarmasin dan sekitarnya menyerbu skrining kesehatan gratis yang digelar Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (Perdosni) Kalimantan Selatan, dalam rangka deteksi dini penyakit stroke.
Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan stroke, menyusul stroke merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Kendati bukan penyakit menular, namun berdasarkan data angka stroke di Kalimantan Selatan masuk 5 lima besar tertinggi secara nasional.
Skrining kesehatan ini sengaja menyasar tempat wisata agar lebih banyak meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah stroke, salah satunya dengan berolahraga hanya dengan waktu 30 menit.
“Tahun ini kita berusaha untuk mencegah stroke dengan beraktifitas sehat. Dengan aktivitas sehat yaitu berolahraga rutin 5 kali seminggu 30 menit itu bisa menurunkan angka stroke sekitar 25 persen. Itu tema besar kita kita hari ini ada pemeriksaan kesehatan. Datanya demikian, jadi masih kurang banyak di Kalsel urutan 5 besar hipertensi di nasional, angka strokenya juga 5 besar di nasional. Makanya itu menunjukkan masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk memeriksakan diri lebih dini,”jelas dr. Muhammad Welly Dafif , ketua panitia pelaksana.
“Mudah – mudahan Kalsel bisa, angka serangan stroke bisa berkurang dengan melakukan pencegahan 4 macam hipertensi. Kurangi lemak, harus berolahraga dan jaga kesehatan dengan baik,”ujar Wakil Ketua Perdosni Kalsel dr. Zainuddin Arpandi.
“Sesuai tema kita mencegah stroke sejalan dengan Hari Dokter Nasional. Kita bersama – sama komitmen untuk kesehatan Masyarakat. Kita dokter senang kalau seluruh masyarakat sehat. Jadi kami menghimbau masyarakat masyarakat harus peduli kepada kesehatan, harus melakukan aktifitas fisik mencegah lebih baik daripada mengobati,”terang dr. Prategrini P. Sucifaalinda, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjarmasin.
Sementara itu, warga menilai skrining kesehatan ini sangat bermanfaat, terlebih bagi mereka yang awam terhadap penyakit stroke. Apalagi dalam kesempatan ini warga bisa berkonsultasi langsung menyampaikan keluhannya kepada dokter spesialis neurologi.
“Alhamdulillah bagus sekali, apalagi kalau diadakan tiap hari Minggu di Siring ini, masyarakat menggemari berolahraga setiap harinya. Semoga warga rajin berolahraga dan rajin memeriksakan kesehatan,”tutur Fathul Jannah, tokoh masyarakat
“Untuk menunjang kita supaya lebih sehat. Masyarakat kita bisa menjaga diri berolahraga tiap hari dan cek kesehatan tiap bulannya,”kata Evi, warga.
Selain skrining kesehatan dan konsultasi, peringatan World Stroke Day yang mengangkat tema Cegah Stroke Dengan Aktivitas Sehat Dan Olahraga ini juga diawali dengan senam sehat bersama pengunjung, IDI Kota Banjarmasin, IDI Kalimantan Selatan dan para dokter neurologi serta Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Target kegiatan ini adalah menekan angka warga yang terserang stroke, salah satunya dengan layanan neurointervensi, dimana pasien yang baru mendapat serangan stroke bisa segera ditangani dengan kateterisasi otak. Layanan itu bisa diakses di RSUD Ulin Banjarmasin.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





