Alat Pengering Ikan Tenaga Surya Karya Mahasiswa Poliban

Pelaihari, DUTA TV — Inilah dua unit perangkat pengering ikan tenaga surya, hasil karya mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin.

Alat pengering ikan hasil modifikasi teknologi para mahasiswa Poliban, kemudian disumbangkan kepada KUB nelayan membangun KUB kerja bersama Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut.

Satu unit mesin pengering ikan tenaga surya ini, berkapasitas hingga 50 kilogram ikan berdasarkan hasil uji coba, alat terbukti mampu memproduksi ikan asin lebih cepat.

Jika pengeringan ikan secara manual menggunakan sinar matahari langsung, biasa menghabiskan waktu hingga tiga hari namun jika menggunakan alat ini mampu mengeringkan ikan dalam waktu 4 hingga 5 jam.

Selain mampu memproduksi ikan asin lebih cepat, alat pengering ikan tenaga surya juga lebih efisien karena mampu menyimpan energi panas matahari.

“Mudahan dengan alat pengering ikan yang tidak terpengaruh cuaca, ketika hujan tetap bisa produksi ikan harapan masyarakat bisa lebih produktif,” ujar Mey Risa Ketua Tim Pengabdian Poliban

“Alat ini 24 jam bisa berfungsi tetap bisa digunakan malam hari, alat ini di desa ini mudahan bisa membantu masyarakat dalam pengeringan ikan biasa masyarakat dengan tenaga surya 2-3 hari, insyaallah alat ini bisa berfungsi 4-5 jam hasil ikan lebih nikmat dimakan terhindar dari partikel beracun alat ini bisa menampung 50 kilo dalam wktu 4-5 jam,” kata Anhar Divisi Teknik Alat.

Anhar Divisi Teknik Alat.

Anhar Divisi Teknik Alat.

“Atas bantuan dari Poliban Banjarmasin, mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat Sungai Rasau untuk pemberdayaan ikan,” ucap Tan Selamat Kades Sungai Rasau.

“Diharapkan masyarakat lebih giat berusaha lebih cangkal begawi meskipun cuaca hujan atau mendung,” pungkas Salman Sekdes Sungai Rasau.

Salman Sekdes Sungai Rasau

Salman Sekdes Sungai Rasau

Proses pembuatan alat pengering ikan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin, dari proses awal perakitan hingga rampung memerlukan waktu selama dua bulan.

Rencananya tim pengabdian Poliban juga akan memodifikasi teknologi aquaponik, yakni sistem budidaya kolam ikan air tawar yang kemudian di sinergikan dengan siklus tanaman sayuran.

Reporter : Suhardadi

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *