Akhmad Fujiyanto Sukses Budidaya Hidroponik dengan Pupuk Organik Cair

Banjarmasin, Duta TV — Siapa yang tak kenal tanaman hidroponik di jaman sekarang? Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah dan memanfaatkan air untuk menyuplai kebutuhan tanaman.
Biasanya bertani dengan metode hidroponik ini dilakukan pada jenis sayur seperti selada dan pakcoy.
Jika biasanya bertani hidroponik ini menggunakan AB Mix sebagai nutrisi, di tangan dingin petani asal Banjarmasin, metode hidroponik bisa dilakukan dengan pupuk organik cair.
Ialah Akhmad Fujiyanto, warga Jalan Pekapuran Raya Gang Bambu Indah, Banjarmasin Timur, yang membuat P-O-C dengan memanfaatkan limbah organik, seperti rumput, sayur sisa, hingga kulit buah.
Diketahui, AB Mix sendiri merupakan campuran nutrisi pupuk berbentuk A dan B yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanaman.
Namun, dengan pupuk organik cair, lelaki 36 tahun ini mampu menghemat biaya operasional hingga 70 persen, dibanding menggunakan AB Mix.
Dengan minimnya budget yang digunakan, Fujiyanto memastikan kualitas sayuran hidroponik miliknya tetap memiliki kualitas yang sama.
Kesuksesan dalam mengelola sayuran hidroponik membuat Fujiyanto acap kali dipercaya sebagai trainer untuk melatih warga dalam bertani, khususnya di bidang hidroponik.
“Memulai ini dari 2019. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan sayur warga sekitar, tetapi berkembang hingga bisa dipercaya jadi pemateri,” ujarnya.
Dengan luas bidang tanah 10×6 meter, ia mampu meraup cuan per bulannya dengan memanen hingga 70 kilogram selada. Selain membudidayakan hidroponik dengan pupuk organik cair, Fujiyanto juga memproduksi cairan pestisida yang dibuat dari limbah dapur, seperti kulit serai, kulit bawang, hingga rempah-rempah lainnya. Tak jarang, pestisida buatannya kerap dipesan oleh warga.
Reporter: Nina Megasari





