Ahli Epidemiologi Sebut Puluhan Ribu Orang Tak Terdeteksi Kasus Positif Covid-19

DUTA TV BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas penanganan pencegahan Covid-19, membeberkan hasil penelitian epidemiologi yang sangat mengejutkan terjadi di Banjarmasin, terlebih setelah dilaksanakannya pemeriksaan Rapid Test massal di 6 pasar.

Dari 1.361 warga yang diperiksa didapati 129 orang reaktif, ahli Epidemiologi Dokter IBG Dharma Putra mengatakan, Rapid Test itu memberi hasil 10% reaktif dihitung secara kasar dengan empat ketidak patuhan masyarakat menghindari kerumunan, penggunaan masker jaga jarak dan cuci tangan.

Angka itu akan ditotal dengan populasi penduduk sebanyak 700 ribu jiwa, dan didapati angka 21 ribu warga yang positif corona.

“Interpolasi data dari rapid test di 6 pasar, kita interpolasi ke Banjarmasin dapat 2100 orang terkonfirmasi positif, ada 15750 OTG, 5250 merupakan orang Covid-19 perlu rawat, kita pahami bahwa Covid-19 penyakit mahal dan sulit, dari 5000an kita perlu 2.5 bulan memastikan itu, dan waktu itu jadi waktu terbuang,” kata Dr IBG Dharma Putra

“Sejak diumumkan positif setiap hari selalu ada pasien, hari ini capai 10 perhari, artinya yang diluar rasa berarti sangat banyak, dari data gugus ada 300an, berarti diluar ada seribu bahkan 2000 yang sebetulnya positif belum tertangani, bantu kami yang di RS, jika setiap saat terus tambah ruang dan tenaga suatu saat kami kesulitan,” ucap Dr Izaak Zoelkarnaen Akbar Dirut Rs Mas

Dari data per tanggal 17 Mei pukul 18:00 wita kemaren, sebaran infeksi corona di Banjarmasin menulari 164 orang penduduk Banjarmasin, dengan 109 orang dirawat 19 orang sembuh 34 orang meninggal dan 2 orang dari luar wilayah.

Tim Liputan

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *