Pengamat : Medsos Hanya Sasar Kaum Milenial

Banjarmasin, DUTA TV — Bakal calon wali kota, bupati, maupun gubernur Kalsel, mulai mempromosikan diri dan menyampaikan visi-misi mereka jika nantinya terpilih melalui media sosial mereka.
Hal tersebut ditanggapi oleh pengamat polotik ULM, Mahyuni. Menurutnya sosialisasi di media sosial itu memang cukup ampuh untuk menggaet pemilih, karena jangkauan di medsos yang sangat luas.
Mahyuni menyatakan, memang saat ini belum ada larangan terkait sosialisasi tersebut. Bahkan dari media sosial pun penggunanya bisa mengetahui langsung sosok bakal pasangan calon.
Namun sayangnya, pengguna media sosial di Kalsel sendiri belum cukup banyak, sehingga ke efektifan sosialisasi melalui media sosial hanya bisa diketahui oleh penggunanya saja. Sementara sejumlah orang yang tidak menggunakan medsos dan juga tidak melek teknologi, akan kebingungan dengan sosok calon pemimpin mereka nantinya.
“Terkait penggunaan medsos, tentu ini tahap sosialisasinya, ketika nanti mereka dicalonkan, nanti ada aturan sendiri, tentu itu sah-sah saja. Ini merupakan salah satu strategi calon untuk memperkenalkan calon, diharapkan bisa meningkatkan elektabilitas calon itu sendiri. Tentu bisa membantu KPU sendiri sosialisasi, dari sisi calon sasarannya adalah kelompok milenial, artinya yang beraktifitas di medsos tentu bisa menyampaikan visi-misi, dari jangkauan yang memang luas, tapi segmennya hanya orang yang memahami, sementara itu ada orang tua yang tidak bermdsos,” terang Mahyuni, pengamat politik ULM.

Mahyuni menambahkan, sosialisasi ini harusnya lebih banyak dilakukan dengan bertatap muka langsung dengan pemilih, agar nantinya si pemilih bisa lebih mengenal langsung para calon pemimpin mereka.
Reporter : Zein Pahlevi





