Perkuat Ekonomi Warga NU, PWNU Kalsel Sukses Gelar Webinar

DUTA TV BANJARMASIN – Mengusung tema: “Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin Kalimantan Selatan di Masa Pandemi Covid-19”, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan webinar (web seminar). Webinar dilaksanakan di ruang virtual aplikasi Zoom Meeting dan diikuti para peserta dari Pengurus NU se-Kalsel, Aktifis NU serta Warga Nahdliyin Kalsel pada Sabtu (25/7) siang.
Seminar dengan mamanfaatkan teknologi dan internet yang didukung oleh Bank Kalsel ini menghadirkan Narasumber Nasional yakni Drs. H. Asep Syaripuddin, M.Si. Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (PW. HPN) Jawa Barat dan juga Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPP HIPKI), Gus Ghozali selaku CEO NUJEK dan dari Kalsel yakni Bapak H. Deddy Subiantoro DIRUT Troupis Group dan Anggota BPP Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
“Webinar hari ini merupakan respon PWNU Kalsel untuk menjawab fenomena yang terjadi di masyarakat, di tengah pandemi seperti sekarang, banyak dari warga kita yang terdampak ekonominya, maka dari itu PWNU Kalsel mencoba hadir dan memberikan masukan-masukan positif dengan mendatangkan pembicara yang berkompeten,” ucap H. Hatmansyah Ismail, Wakil Ketua PWNU Kalimantan Selatan ketika membuka Webinar.

Menurut Kang Asep, sapaan akrab Drs. H. Asep Syaripuddin, M.Si. Warga Nahdliyin sudah mencapai angka 90 juta jiwa, tapi dalam hal ekonomi, kita hanya menjadi market saja, bukan pelaku usaha. “Warga NU hanya menikmati sedikit, sedangkan yang menikmati lebih banyak orang lain. Untuk itu kita perlu mendorong warga NU yang memiliki usaha kelas atas, menengah dan bawah untuk saling bersinergi,” ujar Wakil Ketua LKKNU – PBNU (2015 – 2020) ini.
Gus Ghozali menerangkan bahwa trend pengangguran selama pandemi ini meningkat tajam, maka dari itu kita perlu trik-trik bagaimana agar kita tetap bertahan di situasi seperti ini. “Mengalihkan usaha dari offline ke online, merupakan salah satu cara untuk mempertahankan usaha kita.” Jelas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) (2012-2018) ini.
Selain itu juga pelaku usaha harus mencari peluang sekecil apapun, lanjut Gus Ghozali, bisa dengan mengganti produk misal yang selama ini jualan baju, bisa dirubah menjadi jualan masker atau APD.
Sementara itu, H. Deddy Subiantoro, mengatakan, tidak dipungkiri memang di Kalimantan Selatan sumber ekonomi masih mengandalkan hasil alam, untuk itu hal ini perlu kita lakukan inovasi dengan mengarahkan kepada ekonomi kreatif. “Perputaran ekonomi di Kalimantan Selatan banyak terpusat di sumber alam seperti batu bara, sawit dsb. Untuk itu menjadi PR pemerintah dan calon pengusaha-pengusaha baru, untuk mulai menciptakan peluang-peluang lain misal di ekonomi kreatif yang akhir-akhir ini menjadi primadona di masyarakat,” ujar Bendahara HIPMI periode 2014-2017 ini.
Kegiatan ini terselenggara dengan kerjasama dan partisipasi dari Bank Kalsel PWNU Kalsel. Bank Kalsel akan terus berkomitmen untuk memperkuat ekonomi masyarakat khususnya di Kalimantan Selatan salah satunya melalui kegiatan semacam ini agar bisa bertahan melalui masa-masa sulit pandemi covid-19.
Tim Liputan





