Keterbatasan Layanan Medis, Pemko Siapkan 100 Bed Untuk Ruang Isolasi

DUTA TV BANJARMASIN – Ditengah pandemi Covid-19, pemerintah kota Banjarmasin kewalahan menangani pasien untuk penanganan ruang isolasi.
Walikota Banjarmasin menyebut beberapa pasien sempat tak bisa tertangani karena ruangan di beberapa rumah sakit rujukan penuh.
Ketua Tim Gugus Tugas percepatan pencegahan Covid-19 Banjarmasin Ibnu Sina, mendapat intruksi untuk segera menyiapkan ruang isolasi berkapasitas 100 tempat tidur di rumah sakit Sultan Suriansyah milik Pemko, dan untuk memenuhi keperluan tersebut digelentorkan sebesar Rp 30 M.
“Dari Provinsi Pemko persiapkan rumah sakit Sultan Suriansyah untuk menampung pasien, minta 100 tempat tidur, anggaran hampir Rp30 M untuk kebutuhan itu kita sisir lagi, ini dalam penanggulangan Covid-19, ada atau tidak PSBB Ansari Saleh, Ulin ada yang tidak tertangani, di rumah sakit Sultan Suriansyah ada 4 pasien karena keterbatasan ruang, Ini pengadaan Bed, Xray Mobile, SDM tenaga kesehatan tinggal realisasi, insentif mereka harus dibayarkan,” kata Ibnu Sina
Realokasi Rp 260 M Disiapkan Pemko
Sementara dana penanggulangan Covid-19 di Banjarmasin, Pemko melalui tim anggaran pemerintah daerah TAPD mencomot anggaran seluruh SKPD, hingga terkumpul dana APBD sebesar Rp 260 M.
“Hasil Tracking Dinkes, Provinsi bantu penanganan, sesuai edaran dua menteri kami menyisir, minimum belanja barang dan jasa dipangkas untukk penanganam dan pencegahan Covid-19, masing-masing 50%, Rp260 M lebih yang diperlukan dari awal, kesepakatan Provinsi minimal Rp 100 M, hari ini rapat dipimpin wali,” ujar Subhan Noor Yaumil Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin

Dari total Rp 260 M dana tersedia alokasi penggunaan dibagi Rp100 M untuk penanganan pencegahan Covid-19 dan Rp 160 M diestimasikan untuk menutupi dana PAD, serta pertimbangan yang saat ini anjlok hingga Rp200 M.
Tim Liputan





