Cegah Corona, Dayak Piani Gelar Ritual Manyanggar

DUTA TV TAPIN – Merebaknya pandemi Covid-19 yang terjadi hampir disetiap daerah membuat kekhawatiran banyak pihak, tak terkecuali bagi masyarakat adat Dayak Meratus yang tinggal di kawasan desa Harakit kecamatan Piani kabupaten Tapin.
Dimana untuk terhindar dari pandemi tersebut, salah seorang tokoh adat Dayak setempat bernama Rusdiansyah melakukan Ritual Adat yang disebut Manyanggar atau tolak bala. Ritual kali ini pun berbeda dengan biasanya yang seharusnya dilakukan masyarakat satu kampong, namun karena adanya wabah tersebut terpaksa hanya dilakukannya seorang diri.
Dengan bekal berbagai sesajen yang telah disiapkan, lelaki berusia 60 tahun itu pun tepat pada waktu Magrib tiba mulai memanjatkan berbagai doa – doa untuk memintak kepada sang pencipta, agar dijauhkan dari segala macam mara bahaya termasuk pandemi Covid-19.
“Ini terpaksa gawi sorang. Tujuan kami tolak bala, menolak yang disambar virus corona,” ucap Rusdi.
Ritual manyanggar sendiri sudah menjadi tradisi masyarakat adat Dayak setempat, bahkan dalam prosesnya bagi siapa saja yang melaksanakan harus mematuhi beberapa pantangan atau larangan pada keesokan harinya, diantaranya tidak boleh mandi, tidak boleh memasak ikan serta tidak boleh keluar desa. Jika pantangan tersebut dilanggar maka ritualnya dinyatakan gagal dan yang bersangkutan harus membayar denda adat.
Reporter : Muhammad Irfansyah





